Showing posts with label Ekonomi Islam. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi Islam. Show all posts

Friday, July 12, 2019

Implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada Perbankan Islam di Indonesia

Buku ini bertujuan menelaah konsep dan implementasi Good Corporate Governance (GCG) pada perbankan Islam di tanah air.Corporate governance mewakili prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang sesungguhnya telah ada dalam sejarah peradaban manusia dan dipraktikkan sejak pertama kali adanya perusahaan.

Buku ini membuktikan bahwa implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG) pada BMI sudah dilaksanakan dengan cukup baik, BSM sangat baik, dan BNI Syariah baik. Kinerja manajemen bank Islam yaitu pelaksanaan GCG terdiri dari Transparansi (Keterbukaan), Akuntabilitas, Responsibilitas (Tanggungjawab), Profesionalisme, Kemandirian dan Kewajaran (Fairness), serta kepatuhan terhadap Prinsip-prinsip syariah (Sharia compliance). GCG tersebut dapat membentuk budaya kerja yang islami. Selanjutnya dilakukan penilaian (Assessment) secara periodik dan berkesinambungan serta diupayakan untuk dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan atau regulasi. Penilaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan GCG pada BMI, BSM dan BNI Syariah telah sesuai dengan aturan yang meliputi tiga aspek governance, yaitu governance structure, governance process dan governance outcome.


Detail:
Penulis: Sugeng Priyono
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2019
Halaman: xxii + 340 hlm
ISBN: 978-602-5576-34-8



Catatan:

silahkan membaca online pada tombol dibawah ini
silakan mengutif dari buku ini dengan mencantumkan sumber

semoga buku ini bermanfaat dan menjadi amal baik bagi penulis




Tuesday, June 5, 2018

Challenges of Islamic Banking Establishment In Russia

Islam is the second most widely professed religion in Russia, and it is considered as one of Russia’s traditional religions and also a part of Russian historical heritage. After the felt of Soviet Union government removes restrictions on religion and freeing believers to embrace and implement the teachings of their religion. Whilst the followers of religions no longer need to concealed the perform of their religious rituals, muslims still have to face the lack of financial and banking services in accordance with Islamic teachings. Until the present time Russian Muslims have difficulties of getting access to Islamic Banking and have to use usury based financial system offered by conventional banking and financial institutions.

No doubt the establishment of Islamic Banking in Russia is very important. This is due to several factors. First of all is current political situation, the sanctions against Russia from a number of countries forced to seek for internal resources and foreign investment. Such internal reserves can be Russian Muslim citizens and immigrant workers from the republics of Central Asia located in Russia. As a sources of foreign investment can be countries of the Middle East and Southeast Asia. For intensification of these two processes government should support the establishment of Islamic Banking. The idea of financial institutions operating on the basis of Islamic principles should resonate Russian Muslims and attract significant investments into the Russian economy and compensate the outflow of capital caused by sanctions.

Detail:
Penulis: Artur Gubaydullin
Bahasa: Inggris
Tahun Terbit: 2018
Halaman: xiv+ 170 hlm




Catatan:

silahkan membaca online pada tombol dibawah ini
untuk mengutif gunakan sesuai aturan yang berlaku

semoga buku ini bermanfaat dan menjadi amal baik bagi penulis





Thursday, February 1, 2018

Corporate Social Responsibility Bank Syariah Mandiri dan Peranannya dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dewasa ini ketertarikan masyarakat ekonomi Islam semakin berkembang pesat, hal ini ditandai dengan bermuculannya lembaga-lembaga keuangan yang sistem operasinya berazas dan berlandaskan pada hukum Islam. Salah satu lembaga yang hangat dibicarakan saat ini pertumbuhan dan perkembangannya adalah Bank Syariah. Lembaga yang kegiatan usahanya tidak menerapkan sistem bunga, melainkan sistem bagi hasil atau profit sharing.

Sistem keuangan Islam merupakan bagian dari konsep yang luas mengenai ekonomi Islam yang mana tujuannya adalah memberlakukan sistem nilai dan etika Islam dalam lingkungan ekonomi. Perkembangan perbankan syariah di Indonesia yang secara formal dimulai sejak tahun 1992, hingga saat ini meskipun pangsa pasarnya bank syariah masih relatif kecil, namun dari sisi laju pertumbuhan relatif cukup pesat.

Aktivitas keuangan dan perbankan sebagai wahana bagi masyarakat berdasarkan prinsip Al-Qur’an
sebagaimana prinsip At Ta’awun yakni saling membantu diantara anggota masyarakat untuk kebaikan, serta prinsip menghindari Al-Iktinaz yakni menahan uang (dana) dan tidak berputar dalam transaksi yang bermanfaat bagi masyarakat umum.

Detail:
Penulis: Amie Amalia
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2016
Halaman: x+ 151 hlm
ISBN: 978-602-7775-45-9


Catatan:

silahkan membaca online pada tombol dibawah ini
untuk mengutif gunakan sesuai aturan yang berlaku

semoga buku ini bermanfaat dan menjadi amal baik bagi penulis





Thursday, January 25, 2018

Proses Adopsi Konsumen pada Produk Pembiayaan KPR iB

Perkembangan model bisnis perbankan syariah dimulai sejak pendirian Myt Ghamr Bank di Mesir yang digagas oleh Dr. Ahmad El-Najjar pada tahun 1963. Di awal periode 1970-an dan 1980-an mulai berkembang di negara-negara Islam seperti Arab, Pakistan, Iran, Malaysia, Bangladesh dan Turki. Perkembangan jasa keuangan bank syariah di negara-negara islam mengalami peningkatan dimulai dari mulai beroperasinya Islamic Development Bank (IDB) yang didirikan atas hasil keputusan sidang menteri luar negeri negara-negara OKI (Organisasi Konferensi Islam) dengan merubah sistem bunga mejadi sistem bagi hasil.

Kesepakatan antar negara-negara Islam untuk mendirikan lembaga keuangan syariah adalah bertujuan untuk membangun tatanan sistem ekonomi berbasis syariah sebagai embrio melahirkan bank-bank syariah yang ada di dunia. Perubahan tatanan sistem ekonomi berbasis syariah yang berguna untuk melahirkan lembaga keuangan perbankan syariah juga dirasakan oleh negara Indonesia. Pemerintah Indonesia merasa penting untuk mendirikan lembaga keuangan perbankan syariah sebagai pilar pembangunan ekonomi untuk melayani mayoritas penduduk Muslim terbesar didunia ini.

Dukungan pemerintah Indonesia terhadap lahirnya perbankan syariah dimulai pada tahun 1992. Pada tahun ini, bank syariah di Indonesia pertama kali beroperasi untuk mendukung tatanan sistem ekonomi pemerintah Indonesia adalah Bank Muamalat Indonesia (BMI). Lahirnya Bank Muamalat Indonesia diharapkan menjadi Bank syariah pertama yang dapat mendukung tatanan sistem ekonomi Indonesia. Tujuan didirikannya Bank syariah adalah untuk memberikan manfaat sosial dan resiko transformasi likuiditas dari berbagai aktivitas perekonomian. Lembaga keuangan bank syariah di Indonesia sebagai bagian dari depository financial institution syariah yang berfungsi sebagai suatu badan yang bergerak di bidang keuangan yang membantu negara dalam penggerak pertumbuhan ekonomi.

Detail
Penulis: Lia Kian
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2016
Halaman: xii+ 192 hlm
ISBN 978-602-7775-61-9



Catatan:

silahkan membaca online pada tombol dibawah ini
untuk mengutif gunakan sesuai aturan yang berlaku

semoga buku ini bermanfaat dan menjadi amal baik bagi penulis




Wednesday, January 24, 2018

Dasar-Dasar Memahami Ekonomi dan Muamalah Shariah

Setelah terbukti sistem ekonomi shariah kuat dari hantaman krisis ekonomi yang berkepanjangan. Kini sistem ekonomi shariah mulai dilirik. Para ekonom dan ilmuwan berusaha mengkaji sistem ekonomi shariah bahkan ekonomi shariah menjadi disiplin ilmu tersendiri. Uniknya lagi sistem ekonomi shariah yang diyakini prodak Islam, tidak hanya dipelajari oleh orang Islam, orang di luar Islam pun ikut serta melirik, bahkan menggunakan juga sistem shariah. Kata shariah di Indonesia terus bergulir, laksana air mengalir menembus keseluruh sendi-sendi kehidupan. Lebel-lebel shariah di Indonesia bermunculan di mana mana, walaupun menempel pada konvensional. Entah hembusan angin dari mana, begitu cepat kata shariah di Indonesia laksana peluru yang melesat dari senapan, cepat dan pasti menuju sasaran.
Kepercaraan masyarakat terhadap sistem shariah tidak diragukan lagi. Masyarakat yang sudah bertahun-tahun menaruh hati terhadap sistem konvesiol, sekarang mulai pindah kelain hati (shariah). Padahal tidak ada paksaan dari manapun untuk menggunakan sistem shariah. Namun kecenderungan kepada shariah semakin hari semakin kuat. Boleh jadi kondisi ini disebabkan sejarah sistem ekonomi shariah yang tangguh dihantam badai krisiss yang terjadi pada 1997. Pada tahun itu, krisis moneter melanda belahan dunia termasuk Indonesia. Hal ini berhimbas pada 16 Bank dilikudasi. Sementara Bank Muamalat yang menggunakan sistem shariah tetap berdiri kokoh. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Bank lain.

Detail
Penulis: Dassaad dan Apipudin
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2016
Halaman: viii+ 96 hlm
ISBN 978-602-7775-64-0



Catatan:

silahkan membaca online pada tombol dibawah ini
untuk mengutif gunakan sesuai aturan yang berlaku

semoga buku ini bermanfaat dan menjadi amal baik bagi penulis





Wednesday, December 13, 2017

Konstruk Teologi Ekonomi Islam

Kontruk Teologi Ekonomi Islam Dwi Surya Atmaja
Ekonomi Islam bukanlah kapitalisme, sosialisme ataupun sintesis keduanya (welfare economics, the third way), apa pun variannya.  Sebab, perspektif yang mendasari pemikiran ekonomi Islam bukanlah homo economicus namun homo religius.  Dalam artian, Ekonomi Islam menurut pendukungnya bukanlah sub ekonomi, namun ekonomi yang justru merupakan bagian dari Islam sebagai the comprehensive way of life. Persoalan produksi, konsumsi dan distribusi (investasi menurut AJ. Brown), sejatinya merupakan persoalan istikhlaf (amanah kekhalifahan) dalam mewujudkan maslahah sosial (strukturalisme ekonomi) serta maslahah kealaman (green economics).
Sayangnya, perkembangan praksis Ekonomi Islam mengalami disorientasi.  Hal ini ditunjukkan oleh pengagulan parameter perkembangan asset, besaran gain (profit) yang dicetak, dan dominasi produk murabahah atas mudarabah.  Padahal renaissance Ekonomi Islam didasari oleh keprihatinan terhadap disparitas ekonomi, unemployment, moralitas (konsumerisme dan luxury) dan isu-isu lain yang berhubungan dengan maslahah sosial kealaman. Dalam saat yang bersamaan Ekonomi Islam juga menunjukkan keterjebakan pada obsesi relevansi ekonomi Islam dalam kemodernan sehingga ambigu antara modernisasi Islam dan Islamisasi modernitas. Hal ini terlihat dari gejala labelisasi dan arabisasi produk-produk IBF (Islamic Banks and Finance), seperti murabahah (?) untuk kredit konsumtif, al-musharakah al-mutanaqisah (al-ijarah al-muntahiyah bi al-tamlik), Islamic Bonds dan takaful. Dengan kata lain, performa Ekonomi Islam mengalami euphoria dimensi teknis Fiqh bab mu‘amalat maliyah sehingga persoalan teologis (‘ilm kalam) yang berbicara tentang evilness dan goodness suatu ikhtiyar ekonomi serta spiritualitas (realitas ghaib) di balik realitas material terabaikan.

Detail
Penulis: Dwi Surya Atmaja
Bahasa: Indonesia
Bulan Terbit: Mei 2013
Halaman: x + 208 hlm
ISBN: 978-602-7775-20-6



Catatan:

silahkan membaca online pada tombol dibawah ini
untuk mengutif gunakan sesuai aturan yang berlaku

semoga buku ini bermanfaat dan menjadi amal baik bagi penulis






Luka yang Tersirat

Kadang persahabatan terasa manis, penuh tawa dan cerita. Tapi nggak jarang juga berubah jadi pahit: salah paham kecil bisa jadi besar, gosip...