Monday, June 24, 2024

Pendidikan Keluarga dan Bimbingan Keluarga Sakinah

Keluarga sebagai wahana Pendidikan utama dan pertama telah dimaklumi oleh sebagian masyarakat, demikian pula ibu rumah tangga sebagai pendidik pertama dan utama telah pula diketahui.

Oleh karena itu ibu, bapak, dan orang dewasa lainnya yang berada dalam lingkungan rumah tangga tersebut harus benar-benar mampu memanfaatkan posisi sebagai wahana pendidikan dan sebagai pendidik pertama dan utama itu.

Untuk maksud tersebut di samping harus gigih melaksanakan kegiatan pendidikan dan kependidikan, harus pula menata diri, harus senantiasa mengupayakan agar situasi dan kondisi keluarga, termasuk lingkungan (environment) benar-benar kondusif.

Kondusifitas keluarga itu sering diindikasikan dengan Keluarga Sakinah, kondisi tersebut telah menjadi idaman bahkan telah menjadi suatu gerakan. Keluarga sakinah menghajatkan agar masing-masing pribadi dalam lingkungan keluarga itu benar-benar menjadi teladan (uswah) serta benar-benar diakui dan ditiru oleh sekalian anggota keluarga lainnya. Parameternya pun jelas, yakni islamiy, mawaddah, rahmah, dan sakinah.

Detail:
Judul: Pendidikan Keluarga dan Bimbingan Keluarga Sakinah
Penulis: Dr. Arifuddin Uksan, S.Ag., M.Ag.
Editor : dr. Arina Nur Laila
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: vi + 124 hlm .; ukuran buku 14 cm x 21 cm


Wednesday, June 19, 2024

Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren

 Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren: Pendidikan Kontra Radikalisme dan Intoleransi


Arti pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Pendidikan merupakan unsur yang terpenting dalam kehidupan manusia. Pendidikan menjadikan tolak ukur peradaban manusia. Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula kualitas hidupnya, semakin rendah pendidikan seseorang, maka semakin rendah pula kualitas hidupnya. Pendidikan ada 2 yaitu pendidikan formal dan nonformal, terutama pendidikan agama. Proses pembentukan karakter dapat melalui interaksi manusia dilingkungannya, disekolah, dimasyarakat dan dirumah.

Konstruksi pendidikan agama Islam dalam tiga disiplin ilmu yaitu fiqih, tasawuf dan tauhid adalah objek kajian dalam pendidikan agama Islam. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berfungsi untuk membentuk masusia yang dapat memahami dan mengamalkan petunjuk agama. Nilainilai Akhlakul Karimah dan budi pekerti luhur merupakan perwujudan Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan sikap toleransi berbasis Pesantren.

Radikalisme dan intoleransi, merasa benar sendiri yang lain salah, sikap mencaci maki, menghina, membenci, menghibah, memfitnah adalah indikator penyakit tasawuf yang harus dihindari. Pendidikan Agama Islam sebagai solusi untuk membangun karakter manusia yang dapat menghormati, menghargai serta bersikap kasih sayang kepada seluruh makhluk Allah. Pendidikan Agama Islam mempunyai peran yang sangat penting dalam mendeskripsikan motif kekerasan agama yang dilakukan oleh sekumpulan orang yang mengatasnamakan agama untuk melakukan kekerasan. Salah satu pesantren yang menerapkan pendidikan kontra radikalisme dan intoleransi adalah pesantren Al-Karimiyah Sawangan Depok.

Detail:
Judul: Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren: Pendidikan Kontra Radikalisme dan Intoleransi
Penulis: Ari Pratama Putra
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: viii + 246 hlm .; ukuran buku 25 cm x 18 cm
ISBN: 978-623-5448-69-5


Wednesday, June 12, 2024

Pendidikan Bagi Perempuan Menurut Badiuzzaman Said Nursi

Masa depan bangsa sangat bergantung pada pendidikan1 bagi perempuan, karena perempuan adalah guru pertama bagi anak-anak. Keberhasilan perempuan mendidik anak-anaknya akan mempengaruhi nasib suatu bangsa. Mengingat, pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan sangat penting bagi manusia karena dengan mendidik manusia dapat belajar menghadapi alam semesta untuk membuatnya tetap hidup. Islam sangat menekankan pentingnya pendidikan, karena status pendidikan manusia tidak akan berakhir sampai akhir usia manusia. Tidak hanya pendidikan namun Islam juga menempatkan posisi dan martabat kaum perempuan dengan kedudukan yang tinggi dan penting, sehingga disepakati oleh para ulama sebagai ketetapan yang tidak bisa dibantah oleh siapapun atas kuasa Tuhan Yang Maha Esa.

Mengapa pendidikan perempuan penting? Karena sebenarnya perempuan sebagaimana laki-laki yang berhak mendapatkan pendidikan. Lewat pendidikan, perempuan akan mampu mengembangkan potensi dirinya agar mampu hidup lebih baik. Terlebih, ialah sosok yang akan memberikan didikan pertama bagi anak yang lahir dari rahimnya. Sudah banyak yang mengetahui bahwa perempuan yang memiliki seorang anak akan berpengaruh pada pikirannya dan emosinya, artinya pendidikan ibu terhadap anaknya telah terjadi semenjak dalam kandungan. Maka jika seorang ibu tidak mendapatkan pendidikan dengan benar, lalu bagaimana ia akan mendidik anak-anaknya dengan baik? Sehingga dari sinilah muncul argumen, bahwa dalam tradisi Islam kedudukan pempuan sangat dihormati sebagai seorang ibu. Hal ini merupakan kezaliman apabila membiarkan mereka tidak bisa mengembangkan potensi negara juga bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Pendidikan bagi perempuan menjadi semakin penting apabila dilihat dari fungsi dan tugasnya, baik dalam ranah domestik (rumah tangga) maupun publik (masyarakat).

Pendidikan perempuan dari perspektif Badiuzzaman Said Nursi telah menemukan beberapa variabel baru dari penulisan sebelumnya, seperti konstruksi konsep pendidikan perempuan ditinjau dari ruang lingkup; Asas Badiuzzaman Said dan tujuan yang dituangkan dalam gagasan Nursi menekankan pendidikan perempuan merupakan langkah kongkrit untuk menciptakan peradaban yang beradab dan kasih sayang terhadap sesama dan alam semesta. Untuk itu, identitas seorang wanita muslimah harus mengamalkan tiga komponen prinsip utama, yaitu: prinsip iman, prinsip hijab dan prinsip cinta. Kemudian mengkonseptualisasikan tujuan umum dan tujuan khusus pendidikan perempuan. Tujuan pendidikan wanita secara umum yang disampaikan oleh Badiuzzaman Said Nursi adalah menciptakan kondisi yang baik dan saleh berdasarkan konsep-konsep pendidikan al-Qur’an dengan landasan pentingnya iman dan tauhid. Said Nursi berkeyakinan bahwa tujuan pendidikan bagi perempuan secara khusus mencakup tiga aspek: pendidikan Adab, pendidikan akhlak dan pendidikan cinta. Ketiga tujuan tersebut selalu menjadi dasar utama “Qur’an” dan hadits.

Detail:
Judul: Pendidikan Bagi Perempuan Menurut Badiuzzaman Said Nursi
Penulis: Adhnan Romdhon Tri Indarto
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: xiv + 120 hlm .; ukuran buku 20.5 cm x 14.5 cm


Jalan Pulang: Konsep Taubat dalam Cahaya Al-Qur'an

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba kompleks, manusia seringkali terjebak dalam lingkaran dosa dan kekhilafan. Meski kita beru...