Tuesday, January 4, 2022

Kumpulan Naskah Dakwah Dai Muda


Prinsip moderasi beragama perlu ditanamkan, terutama di Indonesia, negeri dengan beragam suku, agama, dan budaya. Moderasi beragama dibutuhkan untuk meredan konflik antar etnis, konflik antar agama dan inter-agama, dan masyarakat dengan pemerintah yang mengikis rasa persaudaraan sebagai satu bangsa.
Buku kumpulan naskah Dai Muda ini, merupakan kumpulan naskah dakwah mahasiswa STAI Al-Aulia Bogor, yang menjadi peserta dalam Pelatihan Dai Muda Menggunakan Media Digital, dengan mengambil tema Moderasi beragama. Harapannya, supaya generasi muda setelah milenilal ini, bisa menggunakan kecanggihan teknologi dengan membuat konten yang positif menebarkan dakwah yang rahmatan lil alamin bagi sesama.
Kegiatan ini Kerjasama antara Dosen IIQ Jakarta Saepullah MA Hum, dosen STAI Al Aulia Sarwenda MA Pd, dan Dosen Unusia Abdul Qodir MA Hum, dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Aulia. Kegitan ini merupakan Program Pengabdian Masyarakat Inovasi Berbasis Moderasi Beragama Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Litapdimas Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Detail: 
Judul Buku: Kumpulan Naskah Dakwah Dai Muda
Penulis: Tim Penulis
Editor: -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2021
Halaman: vii + 96

Saturday, December 11, 2021

Modul Pelatihan Dai Muda

 Modul Pelatihan Dai Muda Mengunakan Media Digital

Era  sekarang  merupakan  era  teknologi informasi  dan  komunikasi  yang  membawa perubahan sangat signifikan dalam berbagai lini  kehidupan,  baik  itu  kehidupan  sosial, mau pun kehidupan beragama.
Adanya   media   sosial   dan   teknologi, menjadikan    semakin    terbatas    interaksi antar individu. Akan tetapi, setiap pengguna media  sosial  dapat  mendapatkan  informasi apa  saja  yang  diinginkan  termasuk  ilmu agama.
Terkait informasi yang didapat tersebut benar atau salah, baik atau buruk tidak menjadi pertimbangan, bahkan mengarah kepada tindak kriminilitas bagi generasi muda yang tidak memiliki fondasi agama
yang kuat. Setiap informasi apapun dapat disebarkan di dunia maya, serta media sosial. Melihat fenomena ini, dirasa perlu untuk mempersiapkan para da’i muda yang up to date terhadap perubahan kehidupan yang tidak alergi terhadap medsos, bahkan harus aktif di media sosial.
Pelatihan dai muda, dengan demikian dirasa perlu dilakukan untuk mempersiapkan para dai muda, paham apa yang harus dilakukan dalam berdakwah.
Modul ini dirasa sangat perlu untuk memberikan pemahaman kepada para dai muda, mengenai paham moderasi keagamaan, dakwah rahmatan lil a’lamin, dan pengaplikasiannnya dalam media digital.

Detail:
Judul Buku: Modul Pelatihan Dai Muda Menggunakan Media Digital
Penulis: Saepullah, Sarwenda, dan Abdul Qodir
Editor: Saepullah, Sarwenda, dan Abdul Qodir
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2021
Halaman: x + 60


Sunday, December 5, 2021

Capital Structure and Sharia Screening

Sharia screening
adalah  sebuah aturan yang menyaring suatu perusahaan di bursa efek apakah termasuk kategori syariah  atau  konvensional. Aturan syariah tersebut bahwa kegiatan usaha yang menjadi landasan penerbitannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal dan prinsip-prinsip hukum Islam dalam kegiatan di bidang pasar modal berdasarkan fatwa DSN-MUI. Kriteria tersebut berangkat dari semangat kaidah fikih muamalah yang menyatakan bahwa asal segala sesuatu itu adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya.  

Sharia screening meliputi kriteria kualitatif dan kuantitatif. Kriteria tersebut adalah kriteria objek usaha dan kriteria akuntansi keuangan. Objek usaha emiten merupakan inti bisnis yang dijalankan oleh setiap emiten dan harus bersifat halal menurut ajaran Islam. Kriteria tersebut bersifat mutlak dan paling mendasar bagi sebuah emiten untuk dapat diklasifikasikan menjadi saham syariah. Halal dan haram  merupakan kriteria mendasar yang harus dipenuhi oleh emiten. Kriteria halal-haram mengalami perluasan makna dan meliputi segala sesuatu yang dianggap berbahaya (mudarat) dan demi kepentingan umum (maslahat). Pada negara-negara yang telah memiliki keragaman usaha emiten, maka pelarangan obyek usaha lebih luas dibanding negara yang relatif belum memiliki keragaman usaha emitennya

Detail:
Judul Buku: Capital Structure and Sharia Screening
Penulis: Ahmad Rodoni, Bahrul Yaman, Yusro Rahmah, Atikah
Editor:  -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2021
Halaman: xii + 188 hlm

Wednesday, December 1, 2021

Kecerdasan Sosial Qur'ani: melalui Pembelajaran Kooperatif

Kecerdasan sosial adalah merupakan pencapaian kualitas manusia. Pencapaian ini berhubungan dengan kesadaran diri dan penguasaan pengetahuan dalam menjalin hubungan sosial. Kecerdasan sosial dapat digunakan untuk membuat kehidupan manusia menjadi lebih berguna dan juga bermanfaat pada lingkungan dan masyarakat sekitar. Dalam rangka membangun masyarakat yang toleran dan terhindar dari konflik keagamaan, pendidikan yang sementara ini masih mengedepankan aspek kognitif bukanlah satu-satunya jalan untuk dapat meminimalisasi konflik keagamaan. Proses pembelajaran menuntut pendidik untuk aktif dalam mengembangkan kurikulum, khususnya ketika menyusun rencana pembelajaran. Pendidik perlu mempunyai keterampilan menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal. Lingkungan optimal yang dimaksud adalah lingkungan kondusif yang baik secara fisik maupun mental. Guru harus mampu membuat lingkungan belajar menjadi sangat menarik. Hal ini dapat menciptakan suasana kelas yang nyaman, dan juga akan menciptakan suasana hati yang gembira tanpa tekanan, sehingga akan dapat memudahkan murid dalam memahami materi yang disampaikan.

Buku ini menyimpulkan bahwa, kecerdasan sosial merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti orang lain dan petuli terhadap lingkungan sosial. Hal ini berdasarkan dua dimensi kecerdasan sosial perspektif al-Quran yang penulis temukan yaitu dimensi perasaan (aspek afektif) terdiri atas empati dan ikhlas, sedangkan dimensi perasaan (aspek afektif) terdiri atas empati dan ikhlas, sedangkan dimensi tindakan (rahah psikomotik) terdiri atas tolong-menolong, silaturahim, kepedulian dan komunikasi. Artinya al-Quran mendeskripsikan tentang keseimbangan antara hobi ma'a khaligih dan habl ma'a ikhwanih. dengan demikian, model pembelajaran kooperatif berbasis al-Quran ini dapat membatu meningkatkan kecerdasan sosial anak.



Detail:
Judul Buku: Kecerdasan Sosial Qur'ani: melalui Pembelajaran Kooperatif
Penulis: Siti Maria Ulfa
Editor:  Armai Arief dan Ahmad Zain Sarnoto
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2021
Halaman: xvi + 428 hlm

Sunday, November 21, 2021

Modul Pelatihan Dakwah LD PBNU

Modul Pelatihan Dakwah

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama


Sebagai seorang dai harus dibelai dengan ilmu yang mumpuni, mempunyai kemampuan berdakwah yang baik dan terutama adalah berakhlak yang baik. Ilmu yang mumpuni itu adalah faham dan mengerti ilmu seperti tauhid-aqidah, fiqh, akhlak-tasawuf dan lain-lain sebagai ilmu penunjang.

Sebagai seorang dai NU, maka harus paham ahlussunah waljamaah, faham ke NU-an, faham kebangsaan dan tahu tentang ilmu dakwah atau ilmu komunikasi. Karena apabila tidak faham dengan ilmu dan pengetahuan tersebut diatas maka dai tersebut bukanlah dai yang berasal dari Nahdlatul Ulama dan biasanya aka tersesat.


Rasullullah SAW telah bersabda yang artinya:

"Tangan Allah bersama jama'ah, apabila diantara jama'ah itu ada yang memencil sendiri, maka syaitan pun akan menerkamnya seperti halnya serigala menerkam kambing."

Maka dari itu menjadi dai NU tidak bisa hanya ikut latihan sehari, dua hari atau hanya bermodal ilmu sedikit, namun harus selalu belajar, nyantri kepada kyai, ngaji kepada guru-guru yang sanadnya sampai kepada Rosul yaitu melalui kyai-kyai. Dan sebagai tambahan, seorang dai minimal faham prinsif-prinsif mabadi khoirul ummah seperti (Al-Shidqu, al-Amanah wa al-Wafa bi al-'Ahd, al-Adalah, al-Ta'awun, al-Istiqomah) sebagai landasan dalam pelaksanaan Dakwan Islam ahlussunnah waljama'ah.

Dalam hal ini Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mempunyai modul pelatihan dasar untuk para dai, sehingga para dai dalam berdakwah selaras dengan keputusan-keputusan muktamar dan sesuai dengan ajaran yang diajarkan oleh kyai-kyai NU.

Detail:
Penulis: Moch. Buchori Muslim ... [et al.]
Editor:  Saepullah
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2021
Halaman: xvii + 248 hlm
ISBN: 978-602-5576-77-5


Sunday, November 14, 2021

Kumpulan Khutbah Kiai-kiai NU

Kumpulan Khutbah Kiai-Kiai NU



Dakwah itu memiliki sifat mengajak. Dengan demikian, LD PBNU sebagai corong dakwah NU harus bisa menjaga ciri khas dari NU tersebut setiap kali berdakwah. Ciri dakwah NU itu lembut, dengan menyampaikan pesan agama secara subtantif, yang mengedepankan nilai-nilai universal dan menggunakan tata cara secara arif dan bijaksana.

Dakwah bukanlah untuk menebar ujaran kebencian. Pendakwah yang demikian jauh dari tuntunan Nabi Muhammad SAW. Jadi kalau sekarang bertebaran ada orang-orang yang mengatasnamakan syiar Islam, tapi dalam dakwahnya hobinya hanya menebar kebencian, menebar teror, dan menebar permusuhan, hampir dapat dipastikan ini jauh dari tuntunan Nabi Besar Muhammad SAW.

Islam adalah agama yang merangkul bukan memukul. Islam adalah agama yang mengajar bukan mengejek. Dakwah Islam di Indonesia adalah dakwah yang ramah, dan ini menjadi bukti kebesaran Indonesia sebagai negara muslim terbesar. Dakwah NU selalu mengambil contoh dari Wali Songo. Wali Songo cuma membutuhkan waktu 50 tahun saja untuk mamapu menebarkan Islam ke seluruh Nusantara. Bahkan, kesembilan wali mampu menghilangkan kedikdayaan kerajaan-kerajaan yang dulu ada tanpa kekerasan. Dakwah tersebut harus ditiru dan menjadikan bukada sebagai infrakstruktur dakwah dan fondasi Islam.

Buku Kumpulan Khutbah Jum'at Kiai-kiai NU ini, mudah-mudahkan menjadi bagian dari kearifan dakwah yang dilakukan oleh para kiai NU, dan dapat dijadikan sebagai contoh dan pegangan untuk dijadikan sebagai materi khutbah Jum'at. Khususnya untuk para Dai yang ada di lingkungan NU dan umumnya untuk umat Islam di Indonesia.

Detail:
Penulis: Tim Lembaga Dakwah PBNU
Editor:  Moch. Buchori Muslim
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2019
Halaman: xvi + 450 hlm
ISBN: 978-602-5576-41-6



Sunday, November 7, 2021

Multiakad dalam Transaksi Keuangan Kontemporer

Multiakad dalam Transaksi Keuangan Kontemporer

(Bank dan Asuransi Syariah)


Terdapat 17 produk BNI Syariah menerapkan multiakad dengan cara menggabungkan beberapa akad menjadi satu akad dalam suatu produk dan sebanyak 9 produk yang menggunakan akad tunggal (monoakad). Adapun produk asuransi PT. Takaful Indonesia, baik produktakaful umum (general), maupun takaful keluarga (jiwa), semuanya menerapkan multiakad. Dengan demikian telah terjadi pergeseran konsep awal asuransi yang hanya menggunakan satu akad (hibah).

Multiakad yang diterapkan oleh BNI Syariah dan Asuransi PT. Takaful Indonesia dalam ragam produknya telah memenuhi ketentuan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sebagaimana yang tertuang dalam berbagai fatwanya.

Multiakad sejalan dengan pandangan 'Abdullah ibn Muhammad 'Abullah al-Imrani dalam disertasinya "al-'Uq'ud al-Maliyah al-Murakkabah, Dirasah Fiqhiyyah Ta'sillyah wa Tatbiqiyah, dan Muhammad 'Ali al-Banna dalam bukunya "al-Qard al-Masrafi, yang membolehkan penggabungan akada mu'awadat dan akad tabarru'at. Walaupun berbeda dengan pendapat Wahbah al-Zuhayli dalam kitab "al-Uqud al-Murakkabah fi al-Fiqh al-Islami yang melarang penggabungan keduanya dengan alasan telah menjadi kesepakatan di antara ahli hukum Islam klasik, padahal fakta yang ditemukan masih ada perdebatan di kalangan mereka mengenai hal tersebut.

Detail:
Penulis: Abdurrauf
Editor: -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2021
Halaman: vi + 235 hlm
ISBN: 978-602-5576-82-9


Kumpulan Naskah Dakwah Dai Muda

Prinsip moderasi beragama perlu ditanamkan, terutama di Indonesia, negeri dengan beragam suku, agama, dan budaya. Moderasi beragama dibutuhk...