Thursday, October 27, 2022

Analisis Hegemoni dalam Novel Akulah Istri Teroris Karya Abidah El-Khalieqy

Analisis Hegemoni Dalam Novel Akulah Istri Teroris Karya Abidah El-Khalieqy


Karya sastra merupakan sebuah hasil dari kreatifitas serta pengamalan imajinatif seorang Penulis dalam mengekspresikan dirinya. Secara umum karya sastra merupakan permasalahan yang melingkupi kehidupan manusia. Permasalahan tersebut meliputi diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan. Sastra menurut Antonio Gramsci (1891-1937) ialah untuk menjawab pengertian sastra dengan pendekatannya dengan menggunakan pertanyaan “apakah sastra itu sebenarnya ?” . Gramsci akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan bahwa nilai satu karya sastra bukan terletak pada karya sastra itu sendiri, akan tetapi nilai karya sastra terletak pada hubungan antara Sastrawan dan masyarakat. Beserta zaman ataupun kondisi Sejarah secara umum. Baginya jika Sastrawan melakukan dengan masyarakat, zaman, dan sejarahnya, karya sastra dianggap sebagai sebuah produk sejarah. Sebagai contohnya adalah karya yang ditulis oleh seorang Sastrawan yang tersohor di Indonesia yaitu Pramoedya Ananta Toer. Karya-karya dari Pramoedya Ananta Toer menunjukan adanya hubungan antara dirinya dengan konteks masyarakat yang diwakili, semangat zaman, dan perkembangan sejarah sosial masyarakatnya.

Salah satu bentuk karya sastra ialah Novel. Novel ialah sebuah prosa yang memiliki unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik di dalamnya. Novel biasanya menceritakan kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya ataupun lingkungan. Sehingga  Novel sendiri bersumber dari pada fenomena sosial di lingkungan pengarang yang kemudian menjadi sebuah ide dan akhirnya ditulis oleh pengarang menjadi sebuah karya sastra.

Definisi Novel menurut ahli, Novel menurut Goldmann merupakan sebuah cerita mengenai nilai-nilai yang mengorganisasi. Novel yang memiliki latar belakang tentang sebuah kenyataan sosial adalah struktur pertukaran yang refleksional. Perkembangan struktur tersebut berkaitan pula dengan perkembangan bentuk Novel. Karya sastra dalam bentuk novel ini disebut sebagai mimesis yaitu sebuah tiruan belaka dari realita. Karena itu semua teori sastra pada dasarnya berasal dari mimesis atau dalam bahasa Yunani biasa disebut sebagai peniruan, penjiplakan. Semua karya sastra merupakan bentuk dari mimesis dengan adanya realita, seperti kehidupan sehari-hari, kehidupan manusia, lembaga, pemikiran, permasalahan dll.

Salah satu contoh bentuk Novel yang merupakan mimesis dari realita sosial yaitu novel Akulah Istri Teroris karya Abidah ElKhalieqy seorang Penulis feminis yang menuliskan sebuah kisah karena terinspirasi dari masalah yang terjadi pada para istri teroris dan perempuan bercadar. Keadaan para istri dari kelompok teroris di Poso Sulawesi Tengah yang mendapatkan stigma dari masyarakat. Abidah ingin menjelaskan kepada masyarakat tentang kondisi para istri teroris yang tidak bersalah dan berhak untuk hidup seperti masyarakat lain dengan menuliskan melalui Novelnya.

Detail: 
Judul Buku: Analisis Hegemoni dalam Novel Akulah Istri Teroris Karya Abidah El-Khalieqy
Penulis: Tasya Jhodea Ikhtara Lubis
Editor: -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2022
Halaman: x + 181 hlm 
ISBN: 978-623-5448-24-4



Thursday, October 20, 2022

Implementasi Teori Verbal Linguistic Intelligence dan Interpersonal Intelligence dalam Pembelajaran Maharat al-Kalam dan Maharat al-Qira’ah

Implementasi Teori Verbal Linguistic Intelligence dan Interpersonal Intelligence dalam Pembelajaran Maharat al-Kalam dan Maharat al-Qira’ah


Diskursus ilmu bahasa, baik bahasa Arab, Indonesia maupun bahasa lain merupakan hal penting yang selalu menjadi bahasan sebagai suatu sarana dan alat pemecahan problem kehidupan. Pada umumnya ilmu bahasa adalah jembatan yang menghubungkan pemakai bahasa dengan bahasanya melalui tindakan membaca, bertutur, mendengar dan menulis.2 Bahasa adalah suatu hasil budaya yang sekaligus merupakan produk sosial di kalangan masyarakat. Bahasa merupakan identitas suatu komunitas masyarakat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemajuan budayanya. Selain sebagai identitas, bahasa juga dianggap sebagai sarana komunikasi, aktualisasi pemikiran, simbol eksistensi dan juga cermin peradaban mereka. Bahasa Arab memiliki kekhasan atau karakteristik tersendiri dari bahasa-bahasa lain di dunia. Bahasa Arab merupakan bagian rumpun bahasa semit,7 yang menjadi salah satu rumpun dari bahasa Semit-semit atau istilah lain Homo Semitic atau dalam bahasa Arab dikenal al-Hamiyah as-Samiyah, yang tetap bertahan hingga saat sekarang ini.

Kemampuan bahasa Arab tetap bertahan dan tidak memudar hingga saat ini disebabkan oleh posisinya sebagai bahasa yang dimuliakan Tuhan yaitu kitab suci (Al-Qur’an). Negara-negara kawasan Timur Tengah diyakini dengan kawasan awal mulanya pertumbuhan dan perkembangan bahasa Arab. Sejak kapan bahasa Arab berkembang di Indonesia belum ada yang mengetahui secara pasti sekalipun dari hasil penelitian. Pendapat yang sebelumnya dipercayai adalah bahwa bahasa Arab mulai dikenal semenjak Islam masuk ke Indonesia. Bahasa Arab masuk ke Nusantara seperti Indonesia melalui beberapa cara seperti dakwah Islam yang dilakukan oleh para pedagang Arab, bahasa Arab masuk lebih dahulu dari bahasa Asing lainnya seperti bahasa Inggris, Belanda, Portugal dan bahasa asing lainnya yang dikembangkan oleh para penjajah Barat pada waktu itu. Bahasa Arab memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan bahasa-bahasa Asing seperti Inggris dan Indonesia. Ciri khas/karakter yang berbeda inilah yang dianggap menjadi faktor yang menghambat pembelajaran kemahiran berbahasa Arab yang baik.

Dewasa ini, mempelajari bahasa asing menjadi penting, salah satunya ialah untuk memperluas komunikasi. Sebagaimana dalam penggunaan bahasa pertama (bahasa ibu), seorang pembelajar bahasa asing atau bahasa kedua pun dituntut untuk memahami sistem bahasa asing yang ingin dipelajari, yang terhimpun dalam keterampilan bahasa; keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Selain itu, pembelajar bahasa asing juga harus mampu menggunakan sistem bahasa dengan baik dan benar sesuai dengan penutur aslinya. Akan tetapi, mempelajari bahasa asing tidaklah sama dengan belajar bahasa ibu, karena ia merupakan kepandaian tersendiri. Seseorang yang mempelajari bahasa asing akan menghadapi kendala yang tercermin dari kesalahan-kesalahan, baik dalam aspek sistem bunyi, penggunaan kosakata, ataupun struktur kalimat.

Detail: 
Judul Buku: Implementasi Teori Verbal Linguistic Intelligence dan Interpersonal Intelligence dalam Pembelajaran Maharat al-Kalam dan Maharat al-Qira’ah
Penulis: Nur Azizah
Editor: -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2022
Halaman: viii+ 216 hlm
ISBN: 978-623-5448-23-7



Monday, October 17, 2022

Preferensi Masyarakat Mandailing Natal terhadap Pesantren Musthafawiyah

Preferensi Masyarakat Mandailing Natal terhadap Pesantren Musthafawiyah


Pendidikan menjadi salah satu indikator dari Indeks Pembangunan Manusia untuk mengukur tingkat perkembangan satu negera. Dalam realitas sejarah, sejak awal kemerdekaan bangsa Indonesia telah memberikan perhatian dan pengakuan yang relatif tinggi terhadap sumbangan besar pendidikan Islam dalam upaya mendidik dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara yuridis formal Indonesia telah menyakini pendidikan sebagai salah satu bidang yang memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan suatu bangsa. Pendidikan bahkan menjadi faktor dominan di dalam proses peningkatan kecerdasan bangsa, tanpa bangsa yang cerdas tidak akan mampu ikut serta dalam percaturan global. 

An-Nahlawi berpendapat pendidikan Islam menjadi bukti kemanusiaan kebutuhan tiap-tiap individu sebagaimana yang dikutip Kamrani Buseri kompleksitas permasalahan yang diderita umat manusia, saat ini peperangan yang terus berkepanjangan, perampasan hak milik atas yang kuat terhadap yang lemah, sebagai akibat kelirunya pendidikan. Tatkala pendidikan Islam datang dapat mengangkat harkat-martabat manusia, merealisasikan keadilan bagi seluruh masyarakat manusia, tidak ada perbedaan antara satu manusia dengan yang lainnya mampu menghilangkan sekat-sekat pembatas menghadirkan keadilan bagi seluruh manusia.

Pendidikan selalu menjadi tumpuan harapan untuk mengembangkan individu dan masyarakat, dari pendidikan yang diperoleh dapat menjadi alat dalam rangka memajukan peradaban, mengembangkan masyarakat, dan membuat generasi mampu berbuat banyak bagi kepentingan mereka. Dalam konteks tersebut, maka kemajuan peradaban yang dicapai umat manusia dewasa ini, sudah tentu tidak terlepas dari peran-peran pendidikannya.

Dari pemikiran di atas mencakup pendidikan secara keseluruhan tanpa terkecuali dalam hal ini pendidikan Islam yang merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia. UU No. 20/2003 tentang SISDIKNAS mengakomodasi sistem pendidikan pesantren sebagai bagian integral sistem pendidikan nasional. Pendidikan Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya (Al-Quran dan Al-hadits), melalui kegiatan bimbingan, pengajaran latihan, serta penggunaan pengalaman.


Detail: 
Judul Preferensi Masyarakat Mandailing Natal terhadap Pesantren Musthafawiyah
Penulis: Rudy Faizal Nasution
Editor: -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2022
Halaman: x + 207hlm
ISBN: 978-623-5448-22-0


Pembelajaran Bahasa Arab Integratif di Perguruan Tinggi

Pembelajaran Bahasa Arab Integratif di Perguruan Tinggi


Bahasa Arab merupakan bahasa yang paling lama digunakan dan lebih awal munculnya, dan ia tergolong bahasa samiyah yang lebih maju, lebih lengkap dan lebih dekat dengan bahasa ibu bahasa-bahasa yang satu asal dengannya yaitu Suryaniyah, Asyuriah, Habasyiyah dan Babiloniah. Kesungguhan bangsa Arab yang memfokuskan segala daya dan upayanya pada kekayaan bahasa Arab mampu mengungguli dan melampaui bangsa-bangsa lain di dunia yang telah lebih dulu maju. Bahasa Arab pun meluas penggunaannya ke seluruh dunia dan tidak hanya menjadi bahasa suku Arab sebagaimana masa lalu namun kini telah menjadi menjadi bahasa pemersatu bangsa Arab.

Bahasa Arab yang pada awalnya berasal, tumbuh, dan berkembang di negara-negara kawasan Timur Tengah, menjadi salah satu di antara bahasa yang banyak digunakan di dunia. Bahasa Arab menjadi bahasa resmi yang digunakan Liga Dunia Arab atau Rābiṭah al-‘Ālam alIslāmī dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang terdiri dari 45 negara Islam atau negara yang mayoritas Muslim. Selain itu, bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa resmi Organisasi Persatuan Afrika, OPA. Karena banyak yang menggunakannya, maka bahasa Arab menjadi bahasa Internasional dan dinyatakan sebagai salah satu bahasa resmi dunia internasional yang ditetapkan oleh UNESCO 1974.

Hasil studi menunjukkan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang pertama dipelajari dibandingkan dengan bahasa asing lainnya di Indonesia. Bahasa Arab masuk dan berkembang di Indonesia bersamaan dengan datangnya Islam di Kepulauan Melayu-Nusantara. Namun, jika dibandingkan dengan bahasa Inggris, wacana pendidikan dan pengembangan bahasa Arab di Indonesia tampaknya kurang berkembang pesat, meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Hal ini disinyalir karena beberapa faktor baik faktor linguistik, non-linguistik, sosial, dan kebijakan pemerintah.


Detail: 
Judul Buku: Pembelajaran Bahasa Arab Integratif di Perguruan Tinggi
Penulis: Pradi Khusufi Syamsu
Editor: Abdul Fatakh
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2022
Halaman: viii + 262 hlm
ISBN: 978-623-5448-21-3


Literasi Keuangan Syariah, Islamic Branding, dan Religiusitas

Literasi Keuangan Syariah, Islamic Branding, dan Religiusitas Melalui Nilai Pelanggan Terhadap Keputusan Menabung Di Bank Syariah (Studi Kas...