Thursday, November 23, 2023

Dunia & Surga: Semiotika hingga Representasi dalam Puisi Adam wa Firdausuhu Karya Nazik al-Malaikah

Dunia dan surga merupakan dua tempat dimana manusia akan menjalani kehidupan dan menetap di dalamnya. Dunia adalah kehidupan yang saat ini dijalani manusia, segala amal perbuatan di dalamnya akan dipertanggungjawabkan baik perbuatan terpuji ataupun perbuatan tercela. Perbuatan terpuji atau amalan yang dilakukan semata karena keridaan Allah merupakan amalan yang dapat mengantarkan manusia pada surga yang abadi, begitupun sebaliknya perbuatan tercela akan mengiring manusia pada siksaan api neraka.

Dalam al-quran disebutkan kehidupan dunia hanyalah senda gurau dan permainan, adapun akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya. Sehingga dapat dipahami bahwa dunia bersifat sementara dan akhirat adalah kehidupan yang abadi. Kehidupan dunia seperti anak-anak yang sedang menikmati waktu bermainnya, semakin lama mereka mempergunakan waktu bermain maka akan semakin banyak kepuasan dan kesenangan yang didapatkan. Setelah selesai bermain mereka tidak mendapatkan apa-apa.

Kenikmatan dunia tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kenikmatan akhirat, dunia bisa menjadi tipu daya yang menyesatkan manusia tetapi juga bisa menjadi jalan untuk mendapatkan kenikmatan surga. Syaikh Yahya bin Hamzah al-Yamani menyebutkan ada tiga bagian yang berkaitan dengan dunia. Pertama, dunia yang bisa dibawa ke akhirat dan memberi manfaat yaitu ilmu dan amal. Kedua, dunia yang tidak bisa dibawa ke akhirat bahkan dapat menyelakai manusia yaitu kemaksiatan dan bersenang-senang untuk sekedar memenuhi kebutuhan duniawi. Ketiga, dunia yang membantu manusia mendapatkan akhirat seperti makanan yang sekedarnya, baju serta kebutuhan manusia untuk bertahan hidup dan kesehatan sehingga nantinya manusia dapat mencari ilmu dan melakukan amal kebaikan.


Detail:
Judul: Dunia & Surga: Semiotika hingga Representasi dalam Puisi Adam wa Firdausuhu Karya Nazik al-Malaikah
Penulis: Aldethia Rindiani
Editor : - 
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2023
Halaman: viii + 184 hlm .; ukuran buku 20.5 cm x 14.5 cm
ISBN: 978-623-5448-58-9



Kaum Santri Modern: Pengetahuan, Budaya, dan Identitas

Pondok Modern (al-ma’had al-asyri) merupakan model pendidikan Islam yang tumbuh berdasarkan ijtihad rekonsiliasi tradisi pesantren tradisional berbasis kitab kuning dengan metode pengajaran modern. Keberadaannya merefleksikan dinamika pelembagaan sistem pendidikan Islam yang bertumpu pada integrasi kurikulum berdasarkan perimbangan materi pelajaran agama dan umum. Proliferasi pondok modern bukan hanya menjadi bentuk transmisi ilmu pengetahuan dan kelembagaan pesantren, namun juga menjadi mekanisme sosialisasi dan legitimasi sistem pendidikan Islam muallimin di Indonesia.

Pondok Gontor merupakan lembaga pendidikan Islam model pesantren berbasis komunitas atau swasta, di mana badan wakaf menempati puncak hirarkhi managemen pengelolaan (Hady, 2012). Pondok Gontor merupakan pesantren pertama yang mencetuskan ‘moderitas’. Berdiri tahun 1926 di Ponorogo, Jawa Timur bertujuan untuk mencetak ulama-intelektual, pemimpin masyarakat yang dapat berkontribusi bagi penyebaran pengetahuan keagamaan dan umum. Pengajaran dilakukan dengan dilakukan sebagaimana sekolah-sekolah modern, dan santri diwajibkan berkomunikasi dengan bahasa Arab dan English, sebagai upaya pembiasaan dan penguasaan pada kedua bahasa tersebut.

Muallimin merupakan sistem pendidikan Islam yang tumbuh dan berkembang berdasar ijtihad rekonsiliasi antara pendidikan model pesantren dengan metode modern. Pada awalnya, mua’allimin Pondok Gontor merupakan sistem pendidikan mandiri dan independen, netral terhadap organisasi kemasyarakatan dan partai politik dikembangkan berdasarkan pengaruh modernisme Islam,  dikenal sebagai pondok modern. Namun, proliferasi mu’allimin pada pondok alumni dengan berbagai modifikasi kurikulum dan jenjang pendidikan, adaptasi dengan kondisi local berdampak pada variasi model pengelolaan lembaga pendidikan di Indonesia. Buku ini, meksplorasi praktik pengajaran dan pengasuhan di al-Amien Prenduan Madura, Darunnajah Jakarta, Syeikh Abdul Wahid Buton, dan Mawaridussalam Deli Serdang terhadap kemampunnya dalam membentuk mental santri, sikap dan prilaku santri, serta aktivitas pendidikan dan sosial lulusannya. Reproduksi sistem pendidikan Islam mu’allimin merupakan bagian penting dari penyebaran, perjuangan, dan resiliensi gagasan pondok modern sebagai respon terhadap perubahan lingkungan lokal. 


Detail:
Judul: Kaum Santri Modern: Pengetahuan, Budaya, dan Identitas
Penulis: Saifudin Asrori
Editor : Agus Nilmada Azmi
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2023
Halaman: vi + 261 hlm .; ukuran buku 20.5 cm x 14.8 cm
ISBN: 978-623-5448-57-2


Monday, November 6, 2023

Menelusuri Lanskap Kontemporer: Muslimat Al Washliyah dalam Islam dan Masyarakat


Buku antologi "Menelusuri Lanskap Kontemporer: Muslimat Al Washliyah dalam Islam dan Masyarakat." Buku ini menggabungkan berbagai perspektif dan  pemikiran  yang membahas aspek-aspek penting dalam kehidupan Muslimat Al Washliyah dalam konteks Islam dan masyarakat.

Antologi ini adalah sebuah kumpulan yang sangat beragam, yang mengulas berbagai topik penting yang relevan dengan isu-isu kontemporer. Artikel-artikel yang terdapat dalam buku ini membuka jendela pemahaman tentang Islam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk masalah perlindungan kehormatan, pendidikan, inovasi, dan perlindungan anak.

Bagian pertama, "Perlindungan Kehormatan dan Pengembangan Masyarakat Islam," memberikan wawasan mendalam tentang isu-isu sensitif seperti pandangan Islam terhadap LGBT, serta peran Teungku Inong dalam pengembangan masyarakat Gampong-Aceh melalui komunikasi partisipatif. Bagian ini menggambarkan betapa pentingnya dialog dan partisipasi dalam mencapai pengembangan masyarakat yang berkelanjutan. Bagian kedua, "Kepemimpinan, Entrepreneurship, dan Semangat Inovasi Organisasi," menggali konsep peran entrepreneur dalam kemajuan organisasi, mengupas budaya inovasi kreatif, dan menjelaskan konsep "Tijârah" dalam gerakan Muslimat Al Washliyah. Ini adalah pandangan yang mengilhami tentang bagaimana kepemimpinan dan semangat inovasi dapat membentuk masa depan yang lebih cerah.

Bagian ketiga, "Muslimat Al Washliyah dan Pendidikan Anak," membahas strategi pendidikan Muslimat Al Washliyah di Indonesia, model-model pembelajaran di Paud, serta tantangan dan solusi dalam mendidik akhlak anak di era disrupsi. Bagian ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan anak sebagai landasan pembangunan masa depan. Bagian keempat, "Literasi Digital, Media, dan Informasi," menyoroti pentingnya literasi digital dan peran Al Jam'iyyatul Washliyah dalam membentuk masyarakat yang semakin unggul. Bagian ini juga membahas pendekatan sosial dalam memahami konsep tabayyun di era digital, yang relevan dalam konteks global yang semakin terhubung. Bagian kelima, "Perempuan, Hukum, dan Perlindungan Anak," mengangkat isu-isu penting seperti nasib perempuan pasca perceraian, upaya perlindungan anak dari pernikahan/perkawinan di bawah umur, dan pemahaman tentang perceraian menurut hukum Islam dan undang-undang. Ini adalah upaya untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu perempuan, hukum, dan perlindungan anak. Buku ini merupakan perpaduan antara wawasan ilmiah, pandangan praktis, dan nilai-nilai keagamaan, yang memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran Muslimat Al Washliyah dalam menghadapi tantangan kontemporer. Semoga buku ini dapat memberikan inspirasi dan wawasan yang berharga bagi para pembaca, baik dalam menjalani peran mereka dalam masyarakat maupun dalam Islam.

Buku ini memadukan wawasan ilmiah, pandangan praktis, dan nilai-nilai keagamaan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran Muslimat Al Washliyah dalam menghadapi tantangan kontemporer. Semoga buku ini menjadi sumber inspirasi dan wawasan yang berharga bagi para pembaca dalam menjalani peran muslimat Al Washliyah dalam Islam dan dalam Masyarakat


Detail:

Judul: Menelusuri Lanskap Kontemporer: Muslimat Al Washliyah dalam Islam dan Masyarakat
Penulis: Nurliati Ahmad, Umaimah Wahid, Suhartini Suaedy, Kuswanti, Tri Hidayati [dan 11 lainnya]
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2023
Halaman: x+ 242hlm .; ukuran buku 25 cm x 17,5 cm
ISBN: 978-623-5448-56-5


Kematangan Spiritual dan Kompetensi Toleransi: Menakar Peran dan Tantangan FKUB DKI Jakarta

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibentuk berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) Nomor 9 dan Nomor 8...