Monday, December 7, 2020

Kritik Sosial pada Pergumulan Isu Agama dan Musik di Baghdad dan Brussels

Tujuan buku penelitian ini adalah menganalisis kehadiran kritik sosial beserta pembentukan strukturnya yang didasarkan pada dimensi agama, sastra dan musik. Buku penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan psikologi sastra dan sosiologi sastra. Teori yang digunakan dalam pendekatan psikologi sastra adalah teori psikoanalisis yang diusung oleh Sigmund Freud (1920). Teori ini melihat gejala kepribadian, naluri dan kecemasan tokoh utama novel dalam dioalog yang disampaikannya sebagai bentuk kritik sosial. Teori yang digunakan dalah pendekatan sosiologi sastra adalah strukturalismen genetik yang diusung oleh Lucien Goldmann (1977). Teori ini mengoperasikan prinsip (fakta kemanusiaan, subjek kolektif, struktur, pandangan dunia, dan dialetika pemahaman dan penjelasan) yang akomodatif dalah melihat unifikasi kritik sosial secara komprehensif.

Penelitian ini sependapat dengan Goldmann dan Freud yang menyatakan bahwa novel merupakan cerminan budaya yang dihasilkan dari tradisi sosial, otoritas pengarang, pandangan normatif dan historis, perasaan-perasaan, aspirasi-aspirasi, dan nilai-nilai moral yang disepakati. Penelitian ini menolak pendapat Anne Karhio (2013), Jacqueline Aquino Siapno (2013), John Lwanda dan Chipo Kanjo (2013), Carol A. Hess (2013), dan Thomas D. Zlatic (2012) yang berpendapat bahwa kebohongan yang terkandung dalam lirik dan nada musik sebagai cermin dari kekhasan wilayah dan budaya setempat dalam domain agama maupun berbagai genre sastra tidak dapat berkontribusi secara positif pada kebudayaan dan nasionalisme karena bertentangan pada kritik sosial yang menjunjung tinggi keanggunan moral.

Buku yang berbasis penelitian ini ingin membuktikan bahwa semakin resisten nuansa kritik sosial dalam relasi agama dan musik, maka semakin provokatif pula aktualisasi performansi novel. Penelitian ini memungkinkan untuk berkontribusi dalam menjelaskan relasi musik dan agama dalam dinamika kebudayaan Iraq yang mewakili Timur-tengah dan kebudayaan Belgia yang mewakili Eropa berdasarkan semangat ide al-Madinah al-Fadilah (diusung oleh) al-Farabi yang menjadi obsesi pandangan dunia pengarang ('Ali Badr).

Detail:
Penulis: Teguh Luhuringbudi
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2020
Halaman: xiii + 268


Friday, December 4, 2020

Relasi Kuasa Tokoh-Tokoh Nasionalisme dan Islam

Relasi Kuasa Tokoh-Tokoh Nasionalisme dan Islam
(Dalam Drama ‘Awdatu Alfirdaws Karya ‘Aliy Aḥmad Bākaṡir)

 „Awdatu Al-Firdaws merupakan karya Ali Ahmad Bākaṡir, yang ditulis pada tahun 1946. Tepat setahun setelah kemerdekaan Indonesia. Bākaṡir adalah termasuk dramawan produktif, novelis,dan penyair abad ke-20. Dia menulis hampir lima puluh karya sastra dan lebih dari tiga puluh drama karyanya bernuansa Islami. Bākaṡir salah satu keturunan Hadrami yang menunjukan dalam karyanya nilai-nilai Islam dan tradisi yang terjadi dalam masyarakat Islam.

Meskipun karya-karyanya berkontribusi sangat besar, terhadap sastra Arab dan Islam, Bākaṡir telah menerima kurangnya perhatian dari para sarjana baik di dunia Islam dan di dunia non Islam. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti membahas karya milik Bākaṡir, untuk mengenalkan salah seorang dramawan yang memiliki peran bagi bangsa yang berjuang dalam kemerdekaan negaranya. Kemudian dalam drama ini melihat upaya orang-orang Muslim yang berjiwa nasionalisme dan berjuang terhadap negaranya.

„Awdatu Al-Firdaws menggambarkan perjuangan tokoh bangsa untuk kemerdekaan nasional.Tokoh yang dimaksudkan dalam drama adalah para tokoh yang berjuang untuk Indonesia. Bākaṡir membentuk paradigma nasionalisme melalui kata-kata dari dialog. Dalam tulisan ini, peneliti berpendapat bahwa Bākaṡir berkeinginan untuk memberitahu kepada pembaca mengenai sejarah Indonesia. 

Kisah akhir dalam drama „Awdatu Al-Firdaws adalah, Bākaṡir membentuk para tokoh menyerupai layaknya para pahlawan sejarah yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Sehingga dalam penelitian ini setidaknya bisa dijadikan sebagai pengingat akan proses dalam kemerdekaan bangsa Indonesia.

Detail:
Penulis: Fathan Hunaefi
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2020
Halaman: xii+ 168 hlm
ISBN: 978-602-5576-65-2



Kritik Sosial pada Pergumulan Isu Agama dan Musik di Baghdad dan Brussels

Tujuan buku penelitian ini adalah menganalisis kehadiran kritik sosial beserta pembentukan strukturnya yang didasarkan pada dimensi agama, s...