Tuesday, September 23, 2025

Luka yang Tersirat


Kadang persahabatan terasa manis, penuh tawa dan cerita. Tapi nggak jarang juga berubah jadi pahit: salah paham kecil bisa jadi besar, gosip bikin retak, drama bikin capek hati. Dari situ, kita belajar satu hal penting—nggak semua orang bisa selalu ada buat kita, dan itu nggak apa-apa.

Luka yang Tersirat adalah kisah tentang kecewa yang diam-diam menorehkan luka, tapi juga tentang bagaimana seseorang bisa bangkit, berdamai dengan diri sendiri, lalu menemukan arti kebahagiaan yang lebih tulus. Bukan dari orang lain, tapi dari dalam diri—dengan menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya.

Ceritanya hangat, deket banget sama realita hidup anak muda, dan mungkin bikin kamu mikir: “Eh, ini gue banget.”

✨ Kalau kamu pernah ngerasa disakiti, dikecewakan, atau kehilangan seseorang yang dulu kamu anggap “sahabat dunia akhirat”, novel ini bisa jadi cermin buat perjalananmu. Yuk, temukan cerita lengkapnya—biar kamu sadar kalau dari luka yang tersirat, selalu ada jalan menuju ketenangan dan kebahagiaan sejati.

Detail:
Judul: Luka yang Tersirat
Penulis: Kasih B. Wardani & Rita Nur halisah
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2025
Halaman: vi + 88 hlm .; ukuran buku 14,5 x 20,5 cm
ISBN: 978-623-5448-xx-x


Wednesday, June 25, 2025

Mencetak Santri Melek Digital: Literasi Media Digital untuk Santri Masa Kini

Perkembangan teknologi informasi yang bergerak cepat telah membawa perubahan besar dalam pola kehidupan umat manusia, termasuk dalam dunia pendidikan dan keagamaan. Di tengah derasnya arus digitalisasi global, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional menghadapi tantangan baru yang tidak dapat dihindari: bagaimana mempersiapkan santri agar tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjadi aktor aktif dan kritis di ruang digital. Tantangan ini bukan semata soal adaptasi terhadap teknologi, tetapi lebih dalam: menyangkut jati diri, nilai, dan masa depan generasi santri dalam menghadapi realitas digital yang kompleks dan kerap membingungkan.

Adanya kebutuhan mendesak untuk membekali para santri dengan literasi media digital yang mumpuni. Literasi ini tidak hanya sebatas kemampuan teknis mengoperasikan perangkat digital, melainkan mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan memproduksi informasi dengan kritis, etis, dan produktif. Buku ini disusun sebagai respons atas kebutuhan tersebut, dengan pendekatan yang bersifat teoritis sekaligus aplikatif, memadukan nilai-nilai keislaman pesantren dengan prinsip-prinsip literasi digital kontemporer.

Struktur buku ini dirancang secara sistematis dan progresif. Dimulai dengan pembahasan mendasar mengenai literasi media digital, pembaca diajak memahami konteks, tantangan, dan peluang yang dihadapi santri di era digital. Pembahasan kemudian bergerak pada strategi integratif dalam pembelajaran di pesantren, termasuk pelibatan pendidik dan orang tua, serta pengembangan sumber daya yang mendukung. Dengan memperhatikan kebutuhan konteks pesantren yang khas, penulis menguraikan pula pentingnya etika digital dan akhlak santri sebagai pondasi moral dalam menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Tidak kalah penting, buku ini menekankan urgensi transformasi santri dari sekadar konsumen informasi menjadi produsen konten keislaman yang inspiratif. Santri masa kini harus mampu menjadi subjek aktif dalam membentuk narasi digital yang damai, moderat, dan edukatif. Dalam konteks ini, bab-bab akhir buku mengangkat isu-isu krusial mengenai produktivitas digital, kolaborasi antar-pesantren, dan pembangunan ekosistem digital yang memberdayakan. Semangat kolaboratif ini menjadi kekuatan baru dalam membangun jaringan dakwah dan pembelajaran yang lintas wilayah dan generasi.


Detail:

Judul: Mencetak Santri Melek Digital: Literasi Media Digital untuk Santri Masa Kini
Penulis: Fazlul Rahman & Faiqotul Mala
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2025
Halaman: vi + 114 hlm .; ukuran buku 16,5 cm x 24 cm
ISBN: 978-623-5448-82-4


Friday, May 23, 2025

Penguatan Manajemen Pengasuhan Santri di Pondok Pesantren


Sosok Kyai dipandang sebagai tokoh sentral, pemimpin, otoritas, dan penggerak perubahan dalam perspektif umum pesantren tersebut. Kesuksesan masa depan lembaga yang dipimpin oleh tokoh kyai tergantung dari gaya kepemimpinannya. Ini adalah hasil dari peran pemimpin, yang mengarahkan, mempengaruhi, dan memberikan contoh yang sangat baik untuk mencapai tujuan kelompok.

Manajemen diperlukan untuk mengarahkan perubahan dalam lembaga pendidikan. Dalam lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren, peran pengasuh (parenting) sebagai pemimpin sangat menentukan. Hal ini didasarkan pada tanggung jawab utama Majelis Wali Amanat Pesantren yang merupakan badan pembuat kebijakan tertinggi dan penggerak utama perubahan lembaga pendidikan Islam. Pengurus pondok pesantren akan menentukan arah kebijakan pesantren mereka dan bertindak sebagai katalisator perubahan.

Penguatan Manajemen Pengasuhsan santri merupakan salah satu upaya dalam rangka mewujudkan disiplin dan kenyamanan santri selama menuntut ilmu di pondok pesantren. Buku ini mendiskripsikan penguatan manajemen pengasuhsan santri di pondok pesantren modern. Buku ini menyatakan bahwa pondok pesantren modern telah melakukan pola pengasuhan yang sistematis dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen dalam proses kepengasuhan santri yakni dengan melalui tahapan penguatan manajemen pengasuhan santri mulai dari restrukturisasi bagian pengasuhan santri mulai dari restrukturisasi bagian pengasuhan, pelaksanaan perencanaan, pengorganisasisan, supervisi dan evaluasi.

Dampak penguatan manajemen pengasusan santri yaitu meningkatkan tingkat kedisiplinan santri dalam melakukan melaksanakan kegiatan dan meningkatkan kenyamanan santri. Buku ini berpedoman terhadap peraturan tertulis yang dinamakan "Kitab Undang-undang Hukum Pengasuhan" atau disingkat KUHP. Peraturan ini dibuat sesuai aspirasi santri, guru, walisantri, dan pengasuh pondok sebagai instrumen penguatan manajemen.

Detail:
Judul: Penguatan Manajemen Pengasuhan Santri di Pondok Pesantren
Penulis: Panur Muhamad Shobirun
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2025
Halaman: viii + 195 hlm .; ukuran buku 20.5 cm x 14.8 cm
ISBN: 978-623-5448-80-0


Filsafat Manajemen Pendidikan



Luasnya materi filsafat manajemen pendididikan perludipahami dengan bijak agar pengetahuan dan pemahaman tentang fondasi dan teori filsafat di dalam pendidikan dapat diserap dan diaplikasikan dalam kehidupan. Buku ini hadir sebagai kontribusi pemikiran dalam memperkaya khazanah literatur di bidang manajemen pendidikan, khususnya dalam menelaah dimensi filosofis yang melandasi praktik pengelolaan pendidikan. Struktur isi buku ini dimulai dari foundations of philosophy of education yang membahas tentang ontologi, epistimologi, aksiologi, metafisika, logical empirism, critical rationalism, science method, pragmatism and science, etika, estetika, politik, dan bahasa. Kemudian pada teori dasar dalam filsafat pendidikan membahas tentang parennialisme, esensialisme, progresivisme, rekonstruksionalisme sosial, eksistensialisme, kontruktivisme, dan humanisme.

Manajemen pendidikan selama ini sering dipahami sebagai cara, teknis dan prosedur dalam menjalankan sebuah manajemen yang ada di lembaga pendidikan. Namun, dibalik setiap perencanaan, keputusan kebijakan, stategi pengelolaan pendidikan terdapat pondasi filosofis yang akan mempengaruhi cara pandang dan orientasi manajerial pemimpin di dunia pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman filsafat manajemen pendidikan sangat penting agar seluruh praktik dalam mengelola lembaga pendidikan tidak hanya bersifat instrumental, tetapi juga berlandaskan etika, nilai dan tujuan sebenarnya pendidikan.

Buku ini mengkaji berbagai pondasi filosofi pendidikan dan teori dasar dalam filsafat pendidikan yang relevan dalam manajemen pendidikan serta implikasinya terhadap perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya di satuan pendidikan. Selain itu, buku ini juga mengajak pembaca untuk merefleksikan isu dan fenomena dalam dunia pendidikan melalui kacamata filsafat, guna membangun sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan. Diterbitkannya buku ini dengan harapan agar pemahaman mahasiswa semakin meningkat tentang filsafat manajemen pendidikan. Selain itu, pemahaman mahasiswa dalam mengimplementasikan pondasi dan teori filsafat pendidikan dalam lembaga pendidikan merupakan output yang dihasilkan pada buku ini, sehingga adanya materi ini sungguh membuat mahasiswa benarbenar memahami nilai-nilai filsafat secara menyeluruh.

Detail:
Judul: Filsafat Manajemen Pendidikan
Penulis: Banu Atmoko, Anggraini Eka Sarrayu, Aning Lumiati, Arip Hertanto, [dan 9 lainnya]
Editor : Ahmad Fais
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2025
Halaman: xii + 218 hlm .; ukuran buku 25 cm x 18 cm
ISBN: 978-623-5448-81-7



Wednesday, March 12, 2025

Menafsir Ulang Gender dalam Al-Qur’an

Menafsir Ulang Gender dalam Al-Qur’an: Kritik Falosentrisme dan Rekonsiderasi Stereotipe Tafsir Patriarki

Dalam sejarah perkembangan penafsiran al-Qur’an sejak masa Nabi, sahabat, tabi’in dan hingga masa kini, penafsiran memiliki ragam metode (thariqah), pendekatan (manhaj) dan corak (laun) yang terus berkembang. Hal ini menarik bagi para peneliti al-Qur’an untuk meneliti dinamika penafsiran para mufassir dengan keahlian masing-masing.

Namun sayangya, beberapa tafsir seperti karya al-Tabari, Ibnu Katsir, dan al-Qurtubi dianggap patriarkis sehingga dianggap menjadi faktor penyebab stereotip Islam sebagai agama Patriarki. Namun bisa saja itu dari cara pemahaman pembaca yang parsial dari karya besar para ulama Islam ini.

Dalam konteks relasi gender dan relasi sosial masyarakat Islam, pemahaman ayat dan hadis yang masih parsial dan belum komprehensif dalam masyarakat Islam juga menjadi faktor dominasi laki-laki terhadap perempuan.

Buku ini mencoba untuk mengurai salah satu faktor penyebab stereotipe agama Islam sebagai agama patriarkis, yaitu pemahaman dari ayat dan hadis yang dipahami tekstual dan parsial sehingga terkesan misoginis melalui karya mufassir laki-laki. Stereotipe dan faktor penyebabnya ini perlu dibaca ulang agar pembaca juga lebih bijak dalam menilai pemikiran para mufassir. Di sisi lain, pembacaan terhadap ayat dan hadis memerlukan seperangkat ilmu dan langkah untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang perspektif Al-Qur’an serta tolak ukur penafsiran agar penilaian terhadap pemikiran mufassir dapat lebih obyektif. Buku ini hadir untuk mengakomodir masalah mendasar dalam stereotipe agama Islam dan kebutuhan langkah penafsiran yang dapat menghadirkan penafsiran yang steril dari bias gender.


Detail:
Judul: Menafsir Ulang Gender dalam Al-Qur’an: Kritik Falosentrisme dan Rekonsiderasi Stereotipe Tafsir Patriarki
Penulis: Prof. Dr. Hj. Nur Arfiyah Febriani, M.A
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2025
Halaman: x + 100 hlm.; ukuran buku 14cm x 21 cm
ISBN: 978-623-5448-79-4




Friday, January 24, 2025

Harmoni Islam dan Adat di Tatar Sunda

Harmoni Islam dan Adat di Tatar Sunda:
Potret Pendidikan Keagamaan Masyarakat Adat Kampung Naga

Pendidikan dan agama memiliki hubungan yang saling terkait erat. Di satu sisi, pendidikan mendorong peserta didik untuk berperilaku dewasa dan beradab, dan di sisi yang lain agama memotivasi para pemeluknya untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan dalam proses pendidikan yang ditempuhnya. Bahkan dalam ajaran Islam, para pencari ilmu mendapat posisi terhormat dan mulia di sisi Allah SWT.  Pendidikan dan agama merupakan dua entitas yang memiliki simbiosis mutualistis dan berkontribusi besar dalam mengangkat dan meninggikan derajat kemanusiaan. Masyarakat Adat Kampung Naga merupakan salah satu masyarakat Sunda yang seratus persen masyarakatnya menjadikan Islam sebagai agamanya, namun mereka juga tetap berusaha mengakomodir dan menjaga adat dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhurnya.

Kemajuan yang sangat pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu warna indah yang menghiasi masyarakat dunia tidak terkecuali bagi Masyarakat Indonesia. Sederet kemudahan dan fasilitas lengkap yang disuguhkan menjadikan dunia seperti dalam genggaman setiap orang. Hari ini jarak tidak lagi menjadi persoalan berarti untuk mendapatkan berbagai informasi yang ada di belahan dunia yang paling jauh sekalipun. Ragam informasi dan hiburan laksana hidangan lezat yang siap dinikmati kapan dan di mana pun. Namun berbagai kemudahan dan keindahan yang disuguhkan tersebut bukan tanpa konsekuensi. Bahkan jika tidak dilakukan penyeleksian dan pendampingan secara rasional-kritis dimungkinkan berdampak cukup besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Kecanggihan teknologi, kecepatan informasi, dan kebaruan lainnya yang sedikit demi sedikit dikhawatirkan akan mengikis tradisi dan budaya asli masyarakat yang telah mengakar kuat dan berkontribusi dalam mewujudkan harmoni berbangsa dan bernegara. Hal ini tentu saja tidak dapat dianggap sepele terlebih bagi masyarakat Indonesia yang sebagian di antaranya masih memegang teguh prinsip dan tradisinya atau yang dikenal dengan kelompok masyarakat adat. 
Perlu diakui sebelumnya bahwa negara Indonesia telah memberikan perlindungan kepada masyarakat adat dengan dilahirkannya beberapa undang-undang tentang masyarakat adat. Hak untuk hidup dan bersosial serta hak untuk mempertahankan eksistensinya. Undang-undang tersebut harus benar-benar direalisasikan terutama dalam hal pendidikan. Meskipun dalam kehidupan kesehariannya mereka memiliki cara dan hukum yang mengikat komunitasnya, tapi pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi zaman juga perlu dilakukan dan diterapkan mengingat kerasnya modernisasi yang dapat menjadikan mereka tertinggal apabila tidak mampu beradaptasi dengan baik.

Berlatar belakang kondisi tersebut, penulis berupaya untuk memilih fokus kajian tentang model dan pola pendidikan keagamaan yang mereka lakukan dalam kehidupannya serta intervensi pemerintah dalam memberikan hak pendidikan yang layak bagi masa eksistensi dan keberlangsungan hidup dan kehidupan mereka. Terkait hal ini penulis memilih Kampung Naga sebagai objek kajian sebab beberapa keunikan yang dimiliki masyarakat adat yang terletak di Tasikmalaya Jawa Barat. Masyarakat adat Kampung Naga merupakan masyarakat tradisional yang memilih untuk tetap mempertahankan tradisi dan budayanya di tengah hiruk-pikuknya dinamika global. Melalui kearifan lokal, mereka mendidik generasi mudanya untuk teguh menjadikan falsafah leluhur dan agama sebagai pegangan hidup. Dua hal yang mungkin kebanyakan orang akan menyimpulkan bahwa terjadi pertempuran antara keduanya, namun pada hakikatnya tidak ada hal yang bertolak belakang di dalamnya. Sebuah harmonisasi yang cukup menarik untuk sebuah kajian tentang pendidikan (keagamaan) berbasis masyarakat. 

Detail:
Judul: Harmoni Islam dan Adat di Tatar Sunda: Potret Pendidikan Keagamaan Masyarakat Adat Kampung Naga
Penulis: Endi Suhendi
Editor : R. Cecep Romli
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2025
Halaman: viii + 164 hlm .; ukuran buku 16.5 cm x 24 cm

Friday, January 3, 2025

Proses Beracara Pengujian Undang-Undang dan Sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi

Sejak merdeka pembangunan hukum di Indonesia dilakukan dan dilaksanakan dengan sangat pesat. Hal ini selaras dengan asas Negara yaitu Negara Hukum, bukan Negara Kekuasaan. Salah satu ciri negara hukum ialah dihormatinya hak-hak warga Negara oleh penguasa, pelanggaran hak-hak warga Negara merupakan cacat suatu Negara yang berdasarkan hukum. Bahwa Negara kesatuan Republik Indonesia merupakan negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Oleh karena itu bahwa dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi sebagai salah satu pelaku kekuasaan kehakiman mempunyai peranan penting` dalam usaha menegakkan konstitusi dan prinsip Negara hukum sesuai dengan tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Buku ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan panduan praktis bagi para praktisi hukum, mahasiswa hukum, dan semua pihak yang berkepentingan dalam memahami tata cara beracara di Mahkamah Konstitusi, khususnya dalam hal pengujian undang-undang dan penyelesaian sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada). Sebagai lembaga yang memainkan peran vital dalam menegakkan konstitusi dan menjaga hak-hak konstitusional warga negara, Mahkamah Konstitusi memiliki tata cara beracara yang perlu dipahami dengan baik agar hak-hak para pencari keadilan dapat dilindungi dengan sebaik-baiknya.

Detail:
Judul: Proses Beracara Pengujian Undang-Undang dan Sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi
Penulis: Adeb Davega Prasna & Meri Yarni
Editor : Herlambang Djati
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2025
Halaman: viii + 164 hlm .; ukuran buku 14 cm x 21 cm
ISBN: 978-623-5448-77-0


Monday, November 4, 2024

Kebersihan Holistik dalam Islam: Konsep dan Praktik

Buku Kebersihan Holistik dalam Islam: Konsep dan Praktik menggali makna kebersihan yang tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup kebersihan spiritual, sosial, dan lingkungan. Dalam ajaran Islam, kebersihan menjadi bagian penting dari keimanan yang tercermin dalam konsep tahārah (kebersihan ritual) dan nazafah (kebersihan fisik). Buku ini mengajak pembaca untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bentuk ibadah dan sebagai upaya untuk mencapai kehidupan yang lebih seimbang dan penuh berkah.

Selain membahas pandangan para fuqaha’ dan konsep kebersihan holistik menurut Al-Qur'an dan Sunnah, buku ini juga menawarkan panduan implementasi kebersihan di lembaga pendidikan Islam. Pendidikan memiliki peran kunci dalam membentuk generasi yang mengintegrasikan nilai kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kalangan akademisi, pendidik, dan masyarakat luas yang ingin memahami dan menerapkan konsep kebersihan holistik dalam kehidupan sehari-hari.

Detail:
Judul: Kebersihan Holistik dalam Islam: Konsep dan Praktik
Penulis: Yono
Editor : R. Cecep Romli
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: vi + 236 hlm .; ukuran buku 17 cm x 24 cm
ISBN: 978-623-5448-76-3

Monday, October 14, 2024

Model Pendidikan Life Skill dalam Menghadapi Era Industri 4.0


Buku ini mengungkapkan bahwa Model Pendidikan
Life Skill Integratif di Madrasah Aliyah Plus Keterampilan saat ini menjadi pilihan dalam menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0. Model ini mengintegrasikan antara kecakapan personal, sosial, akademik dan vokasional dengan berbagai kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi era industri 4.0. Model pendidikan dengan berbagai kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi era industri 4.0. Model pendidikan Life Skill ini dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan Islam, dan model ini terintegrasi dalam berbagai program termasuk intrakurikuler, ekstrakurikuler dan peminatan yang diperkuat dengan beberapa program pendidikan keterampilan yang menjadi kekhasan di Madrasah tersebut.

Dalam buku ini menganalisis tiga aspek utama pendidikan life skill di Madrasah Aliyah Plus Keterampilan yaitu kebijakan penyelenggaraan, model kurikulum dan berbagai kompetensi yang relevan dalam menghadapi era industri 4.0. Pada aspek kebijakan, penulis menyatakan bahwa kebijakan penyelenggaraan pendidikan penyelenggaraan pendidikan Life Skill di Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dengan menawarkan berbagai keterampilan sebagai sebuah kekhasan adalah sebuah pilihan yang tepat bagi Kementerian Agama dalam memfasilitasi beragamnya minat siswa baik yang akan bekerja atau akan melanjutkan studi. Kebijakan ini merupakan langkah strategis yang relevan dilaksanakan di Madrasah Aliyah sebagai sekolah yang bercirikhas Islam yang pada saat ini masih membutuhkan kehadiran pendidikan vokasi yang dibutuhkan warga madrasah. Kebijakan ini juga merupakan alternatif di tengah merebaknya kehadiran SMK yang menawarkan pilihan vokasi yang lebih banyak. Penguatan pada aspek visi dan misi serta kurikulum yang link and match di Madrasah Aliyah Keterampilan sangat dibutuhkan agar label pendidikan voakasinya lebih kelihatan.

Pada aspek model kurikulum, model pendidikan life skill yang berkembang di Madrasah Aliyah Plus Keterampilan lebih didominasi oleh pendidikan vokasi terutama pendidikan keterampilan. Ada dua model pendidikan life skill yang berkembang yaitu Model yang berorientasi vokasi dan Model yang berorientasi akademik. Model yang berorientasi vokasi mengikuti beberapa langkah antara lain rumusan filosofis, rumusan tujuan, desain perencanaan, implementasi dan evaluasi. Pada model ini pada tahapan implementasinya penguatan pendidikan vokasi lebih dominan. Sedangkan model yang berorientasi akademik mengikuti tahapan perumusan tujuan, merumuskan pengalaman belajar, pengorganisasian pengalaman belajar dan evaluasi. Pada model yang kedua ini pada aspek pengorganisasian pengalaman belajar penguatan kecakapan akademiknya lebih dominan dari pada kecakapan yang lain. Implementasi
pendidikan keterampilan yang ada di Madrasah Aliyah Plus Keterampilan lebih bernuansa keterampilan umum belum mengakomodir keterampilan yang spesifik keagamaan. Implementasi kurikulum pendidikan
life skill di Madrasah Aliyah Plus Keterampilan didukung banyak faktor antara lain faktor internal seperti relevansi kurikulum, proses pembelajaran, sarana prasarana, kompetensi guru, manajemen, dan budaya sekolah, serta faktor eksternal seperti kerjasama dengan lembaga lain, keberadaan Dunia Usaha dan Industri (DUDI), perkembangan Iptek dan kondisi sosial lainnya.

Sementara pada aspek kompetensi, penulis menemukan bahwa kompetensi pendidikan
Life Skill di Madrasah Aliyah dalam menghadapi era industri 4.0 mencakup beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan antara lain berkarakter Islami, employability skill, technical skill, academic skill, siap bekerja di perusahaan atau di instansi lainnya, memiliki kompetensi kewirausahaan, dan bersertifikat. Kompetensi-kompetensi ini merupakan kecakapan yang relevan untuk dikembangkan dalam menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0. Beberapa kompetensi tersebut harus didukung dengan tiga komptensi utama yaitu literasi dasar (foundational literacies), kompetensi abad 21, dan pendidikan karakter (character qualities).

Detail:
Judul: Model Pendidikan Life Skill dalam Menghadapi Era Industri 4.0
Penulis: Saridudin
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: x + 232 hlm .; ukuran buku 24 cm x 17 cm
ISBN: 978-623-5448-75-6



Tuesday, September 24, 2024

Beragama di Era Digital


"Beragama di Era Digital" adalah sebuah eksplorasi mendalam tentang bagaimana kemajuan teknologi dan digitalisasi memengaruhi cara manusia beragama dan berinteraksi dengan ajaran-ajaran spiritual. Buku ini menawarkan wawasan tentang masa depan kecerdasan manusia, peran dan kontribusi Ahlussunnah wal Jama'ah dalam membentuk fondasi Islam yang relevan di era modern, serta pendekatan kontemporer terhadap Fikih Peradaban.

Dalam dunia yang semakin didominasi oleh teknologi canggih, masyarakat dihadapkan pada tantangan dan peluang baru dalam memahami nilai-nilai agama. Melalui kajian tentang Fikih Peradaban, pembaca akan diajak memahami bagaimana hukum Islam dapat diterapkan secara kontekstual di tengah kemajuan global. Ahlussunnah wal Jama'ah, sebagai salah satu mazhab besar dalam Islam, terus memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi intelektual, spiritual, dan sosial untuk menjawab persoalan-persoalan di era modern.

Tidak hanya itu, tren Filantropi juga dibahas secara mendalam, menggali bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kegiatan amal dan kesejahteraan sosial, serta menghubungkan umat Islam di seluruh dunia untuk saling berbagi dan membantu.

Dengan menggabungkan refleksi teologis dan analisis praktis, buku ini menjadi panduan penting bagi mereka yang ingin memahami dan menerapkan ajaran agama di dunia yang serba digital, penuh dinamika, dan perubahan yang cepat.


Detail:
Judul: Beragama di Era Digital
Penulis: Muhammad Qustulani, dkk
Editor : R. Cecep Romli
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: vi + 186 hlm .; ukuran buku 17,5 x 25 cm



Wednesday, September 4, 2024

MAHIR PHP dalam 15 Hari

Buku ini lahir dari keinginan untuk memberikan panduan praktis dan mudah dipahami bagi siapa saja yang ingin belajar pemrograman PHP, terutama bagi pemula yang mungkin merasa bingung harus memulai dari mana. Buku ini sangat cocok untuk pemula yang ingin membekali diri dengan keterampilan PHP sebagai persiapan untuk melamar pekerjaan sebagai programmer PHP. Selain itu, buku ini juga ideal bagi para guru yang ingin memberikan pengajaran praktek kepada siswa mereka. Materi yang disusun secara sistematis dan dilengkapi dengan latihanlatihan serta proyek-proyek sederhana memungkinkan guru untuk mengajarkan konsep-konsep PHP dengan cara yang interaktif dan efektif.

Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan sistematis tentang PHP, dimulai dari konsep dasar hingga penerapan praktis melalui latihan-latihan yang disertai penjelasan mendetail. Setiap hari dalam program 15 hari ini dirancang untuk memberikan porsi materi yang cukup, sehingga pembaca dapat belajar dengan ritme yang tidak terlalu terburu-buru namun tetap efektif.

Buku ini berbeda dengan buku-buku PHP lainnya yang cenderung dipenuhi dengan teori-teori yang mungkin membingungkan bagi pemula. Dalam buku ini, pendekatan yang digunakan adalah langsung praktek dari yang paling mudah. Setiap latihan dirancang untuk memberikan pengalaman praktis yang nyata, sehingga pembaca dapat langsung melihat dan memahami hasil dari setiap langkah yang diambil. Setelah praktek dilakukan, barulah penjelasan teoritis diberikan untuk memperkuat pemahaman. Metode ini sangat efektif bagi mereka yang cocok dengan metode pembelajaran "learning by doing", di mana belajar melalui praktik langsung lebih diprioritaskan dibandingkan dengan menghafal teori. Dengan demikian, buku ini tidak hanya mengajarkan cara menggunakan PHP, tetapi juga membantu pembaca mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan logika pemrograman melalui latihan-latihan yang aplikatif dan relevan. Pada buku ini fokus membahas tentang materi PHP, sangat disarankan untuk lanjut belajar dari buku selanjutnya tentang Mahir MySQL, Mahir Web PHP dan MySQL.

Detail:
Judul: MAHIR PHP dalam 15 Hari
Penulis: Wirda Hilwa
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: vi + 128 hlm .; ukuran buku 17,5 x 25 cm
ISBN: 978-623-5448-73-2



Tuesday, August 6, 2024

Narasi Islamisme dan Etno-Nasionalisme Hasan Tiro di Aceh Perspektif Komunikasi Propaganda

Propaganda politik romantisme masa lalu mengembalikan ingatan masyarakat Aceh; sebagai negara yang berdaulat budaya, politik, militer, ekonomi, dan pemberlakuan syariat Islam. Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dibayangkan masuk fase kehancuran di berbagai lini. Upaya penggabungan Aceh menjadi bagian dari Indonesia dipahami sebagai bentuk perpanjangan masa penjajahan Belanda. Etnonasionalisme Hasan Tiro terlihat disaat ia mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka di gunung Halimun Pidie 4 Desember 1976.

Pelaksanaan syariat Islam juga menjadi pilar utama dalam memengaruhi emosional masyarakat Aceh. Islam yang melekat dalam jiwa rakyat Aceh sejak dulu menjadi kekuatan yang tidak dapat ditawar dengan apa pun. Melalui pendekatan agama Hasan Tiro mengumandangkan jihad perlawanan terhadap Indonesia dengan semangat “hudep mulia mate syahid” (“hidup mulia mati syahid”). Hak kemerdekaan atas setiap bangsa bukan hanya merdeka dari penjajahan melainkan merdeka dalam menjalankan hukum-hukum yang berlaku sesuai dengan yang diajarkan Islam. Pemberlakuan syariat Islam secara formalitas yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia di Aceh bukan tanpa alasan melainkan dari kompensasi perang yang berakhir damai.

Buku “Narasi Islamisme dan Etno-nasionalisme Hasan Tiro di Aceh: Perspektif Komunikasi Propaganda” telah mengangkat sisi berbeda terkait pemikiran politik Hasan Tiro. Buku tentang Hasan Tiro menarik ditulis bukan hanya dikarenakan pemikiran politiknya yang ekstrem terkait posisi Aceh dalam negara Republik Indonesia, melainkan juga propaganda dalam membangun komunikasi politik memengaruhi pemikiran rakyat Aceh. Gerakan Aceh Merdeka yang digelorakan mampu membangkitkan antusiasme pemberontakan masyarakat Aceh, dengan dalih mengembalikan kemegahan Aceh dimasa lampau, sebagai negara berdaulat sebelum Indonesia ada.


Detail:
Judul: Narasi Islamisme dan Etno-Nasionalisme Hasan Tiro di Aceh Perspektif Komunikasi Propaganda
Penulis: Rizqi Wahyudi
Editor : Mukhtar
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: xvi + 204 hlm .; ukuran buku 24 cm x 16 cm
ISBN: 978-623-5448-72-5


Manajemen Syariah dalam Mengelola Perguruan Tinggi

Keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung pada kualitas manajemen sebagai sebuah seni. Manajemen adalah suatu kaidah yang menerapkan penyiapan tempat untuk segala sesuatu dan penempatan segala sesuatu pada tempatnya. Manajemen merupakan proses penggunaan sumber daya organisasi dengan menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengaturan sumber daya, pengkomunikasian, pemimpinan, pemotivasian, dan pengendalian pelaksanaan tugas-tugas dan penggunaan sumber-sumber untuk mencapai tujuan organisasional secara efektif dan efisien. Manajemen juga merupakan suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

Manajemen syariah mengatur segala sesuatu berdasar aturan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah agar selamat dunia dan akhirat. Manajemen Syariah mengatur perilaku manusia yang berbeda sama sekali dengan manajemen konvensional. Manajemen syariah berupaya mengaitkan segala perilaku manusia dengan nilainilai tauhid dan diupayakan menjadi amal sholeh yang bernilai abadi.

Buku ini menghadirkan sebuah perspektif baru dalam pengelolaan perguruan tinggi, yakni dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip manajemen syariah. Melalui kajian mendalam terhadap konsep manajemen syariah, buku ini mengungkap bagaimana nilai-nilai Islam dapat diaplikasikan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kinerja karyawan. Dengan menganalisis berbagai aspek manajemen sumber daya manusia dalam konteks perguruan tinggi, buku ini menawarkan model pengelolaan yang lebih manusiawi dan berkeadilan. Selain itu, buku ini juga menyajikan studi kasus dan analisis empiris mengenai penerapan manajemen syariah dalam berbagai perguruan tinggi, sehingga dapat menjadi referensi bagi para praktisi pendidikan dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang lebih berkualitas dan bermartabat.

Detail:
Judul: Manajemen Syariah dalam Mengelola Perguruan Tinggi
Penulis: Holil
Editor : R. Cecep Romli
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: vi + 188 hlm .; ukuran buku 14 cm x 21 cm 
ISBN: 978-623-5448-71-8



Friday, July 12, 2024

Jalan Pulang: Konsep Taubat dalam Cahaya Al-Qur'an

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba kompleks, manusia seringkali terjebak dalam lingkaran dosa dan kekhilafan. Meski kita berusaha menjadi pribadi yang terbaik, tak seorang pun luput dari kesalahan. Namun, Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam kemurahan-Nya telah memberikan jalan keluar bagi umat manusia untuk kembali ke jalan yang lurus: taubat. Inilah jalan pulang bagi mereka yang tersesat, sebuah peluang untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan.

Buku "Jalan Pulang: Konsep Taubat dalam Cahaya Al-Qur'an" hadir sebagai obor penerang dalam perjalanan menuju taubat yang sebenarnya. Karya ini merupakan buah renungan mendalam dari seorang tokoh yang mencurahkan hidupnya dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran AlQur'an. Dengan gaya bahasa yang indah dan penuh hikmah, penulis mengupas konsep taubat secara menyeluruh, mulai dari definisi hingga implikasi spiritual yang mendalam.

Melalui buku ini, pembaca akan memperoleh pemahaman yang utuh tentang hakikat taubat dalam Islam. Taubat bukanlah sekadar permohonan maaf yang dilontarkan secara verbal, melainkan sebuah proses transformasi jiwa yang mencakup penyesalan mendalam, peninggalan dosa, serta tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan di masa mendatang. Penulis dengan bijak menekankan bahwa taubat yang sejati bukan hanya persoalan lahiriah, tetapi juga merupakan perjuangan batin yang membutuhkan kesungguhan dan keikhlasan.

Secara keseluruhan, "Jalan Pulang: Konsep Taubat dalam Cahaya Al-Qur'an" merupakan sebuah karya yang luar biasa dalam memaparkan salah satu konsep fundamental dalam ajaran Islam. Buku ini tidak hanya menawarkan pemahaman yang mendalam tentang taubat, tetapi juga menjadi pendorong bagi pembaca untuk menapaki jalan spiritual menuju perbaikan diri dan pendekatan yang lebih dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Melalui buku ini, kita diingatkan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang menginginkan kedamaian dan kebahagiaan sejati dalam kehidupan.

Detail:
Judul: Jalan Pulang: Konsep Taubat dalam Cahaya Al-Qur'an
Penulis: Abdul Ghofur
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: viii + 72; ukuran buku 14 x 20,5 
ISBN: 978-623-5448-70-1

Monday, June 24, 2024

Pendidikan Keluarga dan Bimbingan Keluarga Sakinah

Keluarga sebagai wahana Pendidikan utama dan pertama telah dimaklumi oleh sebagian masyarakat, demikian pula ibu rumah tangga sebagai pendidik pertama dan utama telah pula diketahui.

Oleh karena itu ibu, bapak, dan orang dewasa lainnya yang berada dalam lingkungan rumah tangga tersebut harus benar-benar mampu memanfaatkan posisi sebagai wahana pendidikan dan sebagai pendidik pertama dan utama itu.

Untuk maksud tersebut di samping harus gigih melaksanakan kegiatan pendidikan dan kependidikan, harus pula menata diri, harus senantiasa mengupayakan agar situasi dan kondisi keluarga, termasuk lingkungan (environment) benar-benar kondusif.

Kondusifitas keluarga itu sering diindikasikan dengan Keluarga Sakinah, kondisi tersebut telah menjadi idaman bahkan telah menjadi suatu gerakan. Keluarga sakinah menghajatkan agar masing-masing pribadi dalam lingkungan keluarga itu benar-benar menjadi teladan (uswah) serta benar-benar diakui dan ditiru oleh sekalian anggota keluarga lainnya. Parameternya pun jelas, yakni islamiy, mawaddah, rahmah, dan sakinah.

Detail:
Judul: Pendidikan Keluarga dan Bimbingan Keluarga Sakinah
Penulis: Dr. Arifuddin Uksan, S.Ag., M.Ag.
Editor : dr. Arina Nur Laila
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: vi + 124 hlm .; ukuran buku 14 cm x 21 cm


Wednesday, June 19, 2024

Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren

 Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren: Pendidikan Kontra Radikalisme dan Intoleransi


Arti pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Pendidikan merupakan unsur yang terpenting dalam kehidupan manusia. Pendidikan menjadikan tolak ukur peradaban manusia. Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula kualitas hidupnya, semakin rendah pendidikan seseorang, maka semakin rendah pula kualitas hidupnya. Pendidikan ada 2 yaitu pendidikan formal dan nonformal, terutama pendidikan agama. Proses pembentukan karakter dapat melalui interaksi manusia dilingkungannya, disekolah, dimasyarakat dan dirumah.

Konstruksi pendidikan agama Islam dalam tiga disiplin ilmu yaitu fiqih, tasawuf dan tauhid adalah objek kajian dalam pendidikan agama Islam. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berfungsi untuk membentuk masusia yang dapat memahami dan mengamalkan petunjuk agama. Nilainilai Akhlakul Karimah dan budi pekerti luhur merupakan perwujudan Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan sikap toleransi berbasis Pesantren.

Radikalisme dan intoleransi, merasa benar sendiri yang lain salah, sikap mencaci maki, menghina, membenci, menghibah, memfitnah adalah indikator penyakit tasawuf yang harus dihindari. Pendidikan Agama Islam sebagai solusi untuk membangun karakter manusia yang dapat menghormati, menghargai serta bersikap kasih sayang kepada seluruh makhluk Allah. Pendidikan Agama Islam mempunyai peran yang sangat penting dalam mendeskripsikan motif kekerasan agama yang dilakukan oleh sekumpulan orang yang mengatasnamakan agama untuk melakukan kekerasan. Salah satu pesantren yang menerapkan pendidikan kontra radikalisme dan intoleransi adalah pesantren Al-Karimiyah Sawangan Depok.

Detail:
Judul: Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren: Pendidikan Kontra Radikalisme dan Intoleransi
Penulis: Ari Pratama Putra
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: viii + 246 hlm .; ukuran buku 25 cm x 18 cm
ISBN: 978-623-5448-69-5


Wednesday, June 12, 2024

Pendidikan Bagi Perempuan Menurut Badiuzzaman Said Nursi

Masa depan bangsa sangat bergantung pada pendidikan1 bagi perempuan, karena perempuan adalah guru pertama bagi anak-anak. Keberhasilan perempuan mendidik anak-anaknya akan mempengaruhi nasib suatu bangsa. Mengingat, pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan sangat penting bagi manusia karena dengan mendidik manusia dapat belajar menghadapi alam semesta untuk membuatnya tetap hidup. Islam sangat menekankan pentingnya pendidikan, karena status pendidikan manusia tidak akan berakhir sampai akhir usia manusia. Tidak hanya pendidikan namun Islam juga menempatkan posisi dan martabat kaum perempuan dengan kedudukan yang tinggi dan penting, sehingga disepakati oleh para ulama sebagai ketetapan yang tidak bisa dibantah oleh siapapun atas kuasa Tuhan Yang Maha Esa.

Mengapa pendidikan perempuan penting? Karena sebenarnya perempuan sebagaimana laki-laki yang berhak mendapatkan pendidikan. Lewat pendidikan, perempuan akan mampu mengembangkan potensi dirinya agar mampu hidup lebih baik. Terlebih, ialah sosok yang akan memberikan didikan pertama bagi anak yang lahir dari rahimnya. Sudah banyak yang mengetahui bahwa perempuan yang memiliki seorang anak akan berpengaruh pada pikirannya dan emosinya, artinya pendidikan ibu terhadap anaknya telah terjadi semenjak dalam kandungan. Maka jika seorang ibu tidak mendapatkan pendidikan dengan benar, lalu bagaimana ia akan mendidik anak-anaknya dengan baik? Sehingga dari sinilah muncul argumen, bahwa dalam tradisi Islam kedudukan pempuan sangat dihormati sebagai seorang ibu. Hal ini merupakan kezaliman apabila membiarkan mereka tidak bisa mengembangkan potensi negara juga bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Pendidikan bagi perempuan menjadi semakin penting apabila dilihat dari fungsi dan tugasnya, baik dalam ranah domestik (rumah tangga) maupun publik (masyarakat).

Pendidikan perempuan dari perspektif Badiuzzaman Said Nursi telah menemukan beberapa variabel baru dari penulisan sebelumnya, seperti konstruksi konsep pendidikan perempuan ditinjau dari ruang lingkup; Asas Badiuzzaman Said dan tujuan yang dituangkan dalam gagasan Nursi menekankan pendidikan perempuan merupakan langkah kongkrit untuk menciptakan peradaban yang beradab dan kasih sayang terhadap sesama dan alam semesta. Untuk itu, identitas seorang wanita muslimah harus mengamalkan tiga komponen prinsip utama, yaitu: prinsip iman, prinsip hijab dan prinsip cinta. Kemudian mengkonseptualisasikan tujuan umum dan tujuan khusus pendidikan perempuan. Tujuan pendidikan wanita secara umum yang disampaikan oleh Badiuzzaman Said Nursi adalah menciptakan kondisi yang baik dan saleh berdasarkan konsep-konsep pendidikan al-Qur’an dengan landasan pentingnya iman dan tauhid. Said Nursi berkeyakinan bahwa tujuan pendidikan bagi perempuan secara khusus mencakup tiga aspek: pendidikan Adab, pendidikan akhlak dan pendidikan cinta. Ketiga tujuan tersebut selalu menjadi dasar utama “Qur’an” dan hadits.

Detail:
Judul: Pendidikan Bagi Perempuan Menurut Badiuzzaman Said Nursi
Penulis: Adhnan Romdhon Tri Indarto
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: xiv + 120 hlm .; ukuran buku 20.5 cm x 14.5 cm


Thursday, May 30, 2024

Gerakan Konservatisme Islam Lokal di Sumatera Barat Pasca Orde Baru

Konservatisme agama telah menjadi kekuatan sosial dan politik yang signifikan di berbagai belahan dunia. Dalam perkembangannya, konservatisme agama telah menjadi fenomena global-internasional yang terjadi di banyak negara, baik yang terjadi di dunia muslim, maupun negaranegara non muslim. Di dunia muslim hampir semua agama termasuk agama yang diakui negara (state recognized religions) yaitu Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghuchu mengalami penguatan konservatisme agama. Di negara muslim seperti Turki konservatisme agama terjadi dalam bentuk politik berbasis pada populisme-konservatisme baik yang terjadi pada tingkat masyarakat maupun negara. Di Mesir konservatisme islamisme terjadi dalam bentuk aktivitas kelompok Islamis konservatif menentang rezim nasional-sekuler dengan mengedepankan narasi-narasi anti Barat dan sekuler. Sementara kawasan Timur Tengah dan wilayah utara Afrika (Middle East and Nort Africa (MENA) konservatisme agama telah lama dipraktikkan dengan cara menolak ide-ide progresif, moderat, liberal, emansipatoris, humanis, demokrasi kesetaraan gender.

Perkembangan konservatisme yang terjadi di dunia muslim konservatif dalam beberapa dekade terakhir telah terorganisir dengan lebih baik, sehingga memiliki pengaruh yang cukup penting dalam ranah politik. Sumaktoyo (2019) menggambarkan serta membandingkan negara-negara muslim berdasarkan seberapa konservatif secara sosial, agama dan politik dari populasi negara muslim yang terdapat di dunia muslim.

Pasca reformasi aktivitas kelompok konservatisme agama cenderung aktif, vokal serta agresif dalam mengekspresikan dan menunjukkan identitas keIslamannya. Kelompok konservatif memanfaatkan sarana demokrasi sebagai kesempatan dalam mendorong ideologi Islam baik secara normatif legal-formal, seperti dalam pembentukan peraturan perundang-undangan (UU) atau peraturan daerah (Perda) berbasiskan pada kebijakan yang bercorak konservatisme agama. Krisis multidimensi yang menimpa kehidupan masyarakat sejak rezim Orde Baru dimanfaatkan oleh kaum Islamis sebagai pijakan yang rasional untuk kembali kepada ajaran Islam sebagai solusi krisis bangsa. Peluang politik dari pergantian rezim Orde Baru menuju reformasi telah dimanfaatkan oleh berbagai kelompok konservatif dalam menunjukkan identitasnya yang mempunyai agenda sosial politik tertentu dalam kehidupan masyarakat.

Konservatisme yang melanda masyarakat muslim Indonesia pasca Orde Baru tidak hanya dalam ranah pemahaman keagamaan, akan tetapi juga dalam aspek munculnya organisasi Islam baru yang bercorak konservatif. Kombinasi pemahaman konservatif Islam dan gerakan kelompok konservatisme Islam sama-sama mempunyai agenda Islamisasi di ruang publik yang pada akhirnya melahirkan masyarakat sipil konservatif.


Detail:
Judul: Gerakan Konservatisme Islam Lokal di Sumatera Barat Pasca Orde Baru
Penulis: Zulfadli
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: viii + 276 hlm .; ukuran buku 23 cm x 15.5 cm
ISBN: 978-623-5448-66-4


Wednesday, May 15, 2024

Nilai-nilai Hukum Islam dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Buku ini membahas integrasi nilai-nilai hukum Islam dalam UndangUndang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) di Indonesia, dengan fokus pada tiga permasalahan utama: (1) bagaimana nilai-nilai hukum Islam terakomodasi dalam KUHP, (2) bagaimana implementasi nilai-nilai tersebut dalam undang-undang, dan (3) bagaimana undang-undang mengakomodasi Maqasid al-Shariah.

Dalam buku ini bahwa KUHP baru telah mengadopsi prinsip-prinsip keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan yang sesuai dengan nilai-nilai universal dalam Islam, seperti proporsionalitas dan keadilan dalam hukuman dan sanksi.  Selanjutnya, KUHP memperlihatkan adopsi pendekatan yang lebih rehabilitatif daripada punitif, yang mendukung prinsip perbaikan dan pencegahan kejahatan sesuai dengan ajaran Islam. Implementasi Maqasid al-Shariah juga terlihat melalui upaya-upaya dalam melindungi aspek-aspek agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, serta menimbang kebutuhan masyarakat yang beragam.

Dalam buku ini bahwa KUHP Indonesia telah berusaha mengintegrasikan nilai-nilai hukum Islam dalam kerangka hukum modern, menghasilkan sintesis hukum yang menawarkan keadilan dan kemanusiaan yang lebih besar, serta menyediakan dasar bagi implementasi yang lebih inklusif dan adil dari hukum pidana di Indonesia.

Detail:
Judul: Nilai-nilai Hukum Islam dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
Penulis: Rona Apriana Fajarwati
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: viii + 282 hlm .; ukuran buku 23 cm x 15.5 cm
ISBN: 978-623-5448-65-7


Tuesday, April 2, 2024

Kematangan Spiritual dan Kompetensi Toleransi: Menakar Peran dan Tantangan FKUB DKI Jakarta

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibentuk berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 atas dorongan untuk menangani tingginya konflik agama di masyarakat. FKUB memiliki empat tugas utama yakni (1) melakukan dialog dengan para pemimpin dan pengikut agama, (2) menampung aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat, (3) menyalurkan aspirasi-aspirasi tersebut sebagai bahan kebijakan kepada daerah dan (4) sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat. 

FKUB merupakan tambatan sekaligus aktor penting dalam harmoni umat beragama di tanah air. Segala proses dinamika keagamaan dan tradisi kebudayaan bangsa Indonesia yang ada di dalamnya perlu dibaca dalam perspektif diri spiritualitas. Pengurus FKUB dalam perannya yang mengemuka dari kaidah welas-asih atau resiprokal ialah menjaga iman masing-masing tanpa mengurangi hak dasar bagi pemeluk agama lain. Pada pola intra agama, mereka harus mampu untuk memberikan ruang pada penganut sekte lain atau aliran keagamaannya. Bahwa di dalamnya terjadi reduksi dan atau optimalisasi atas spiritualitas, itu yang perlu dikaji dan diketahui serta dilakukan bersama.

Konsideran pembentukan FKUB dalam aturannya menyebutkan bahwa kerukunan umat beragama merupakan bagian penting dari kerukunan nasional. Dalam konteks ini, konflik antar dan inter agama serta intoleransi telah lama muncul sebagai permasalahan krusial di Indonesia.

Detail:
Judul: Kematangan Spiritual dan Kompetensi Toleransi: Menakar Peran dan Tantangan FKUB DKI Jakarta
Penulis: Eno Syafrudien
Editor : R. Cecep Romli
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2024
Halaman: viii +208 hlm.; 17 x 24,5 cm
ISBN: 978-623-5448-64-0



Luka yang Tersirat

Kadang persahabatan terasa manis, penuh tawa dan cerita. Tapi nggak jarang juga berubah jadi pahit: salah paham kecil bisa jadi besar, gosip...