Wednesday, November 2, 2022

Perbandingan Politik Pembangunan Dunia Muslim: Studi tentang Indonesia dan Turki Era Pasca Perang Dingin

Perbandingan Politik Pembangunan Dunia Muslim: Studi tentang Indonesia dan Turki Era Pasca Perang Dingin


Setelah perang dunia ke-2 (1945), peta kekuatan politik dunia berubah. Wilayah bekas jajahan memerdekakan diri dalam bentuk nation-state, tidak terkecuali wilayah-wilayah yang berpenduduk mayoritas Muslim atau disebut MMCs (Muslim Majority Countries). Dunia menjadi terbelah antara negara bekas penjajah –yang memiliki capital (ekonomi) yang melimpah, ilmu pengetahuan yang luas, administrasi dan kekuatan pengaruh terhadap wilayah lain-- dan negara bekas jajahan yang miskin, SDM yang lemah dan sumber daya alam yang rusak ataupun belum tereksploitasi. Terdapat ketimpangan (disparitas) pendapatan yang sangat lebar antara wilayah negara maju dan terbelakang, yang pada periode selanjutnya disebut dengan developed countries dan under-developed countries.

Momentum kemerdekaan tersebut merupakan peluang bagi wilayah bekas jajahan (underdeveloped countries) tersebut untuk membangun, namun pada waktu yang bersamaan, negara-negara maju (developed countries) juga memiliki keinginan untuk menguasai kembali wilayah bekas jajahannya. ‘adalah.

Saat ini terdapat 46 negara berpenduduk mayoritas Muslim, khususnya yang terdaftar dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC), yang sebagian besar pernah menjadi jajahan pada era kolonialisme.4 Perjuangan mendapatkan kemerdekaan dan menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat itu, telah memakan biaya materil dan non-materil yang sangat mahal. Dampak dari penjajahan Eropa atas dunia MMCs, dapat dikatakan sangat merusak tata sosial kehidupan, meskipun terdapat hal yang positif.

Berbagai varian bentuk pemerintahan, kondisi demography dan sumber daya manusianya, negara-negara Muslim berupaya untuk bangkit dan membangun. Negara-negara MMCs itu memiliki potensi untuk survive dan bahkan turut menentukan konstalasi peta kekuatan dunia. Namun fakta-fakta yang ada menunjukkan bahwa keadaan negara-negara Muslim menempati peringkat bawah jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Meski terdapat kemajuan yang sangat berarti dalam pembangunannya sejak awal kemerdekaan, namun hingga kini terdapat banyak paradox yang menyelimuti dunia muslim.


Detail: 
Judul Buku: Perbandingan Politik Pembangunan Dunia Muslim: Studi tentang Indonesia dan Turki Era Pasca Perang Dingin
Penulis: Legisan S Samtafsir
Editor: -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2022
Halaman: x+ 300 hlm
ISBN: 978-623-5448-26-8




No comments:

Post a Comment

Dimensi Toleransi: Studi Penafsiran Ibnu ‘Ajibah

Salah satu penafsir bercorak sufistik yang seringkali menjadi objek kajian penelitian adalah Ibnu ‘Ajibah dengan karyanya al-Bahr al-Madid f...