Thursday, September 29, 2022

Kisah Nabi Musa dan Fir‘aun dalam Al-Qur'an

Kisah Nabi Musa dan Fir‘aun dalam Al-Qur'an (Studi Perbandingan Penafsiran Ishari Klasik dan Modern)


Kisah amat sangat mempengaruh perilaku manusia. Dan umumnya manusia tertarik dengan kisah yang diceritakan kepada mereka. Seorang ulama bernama ‘Abd al-Fattah menyatakan : Nabi Muhammad Saw dalam memberikan pelajaran kepada para sahabatnya seringkali menggunakan metode cerita atau kisah tentang hal-hal yang terkait dengan kehidupan dan kejadian-kajadian masa lampau, karena penggunaan metode kisah dianggap akan lebih membekas ke dalam jiwa bagi orang-orang yang mendengarkannya serta menarik perhatian mereka.

Dan suatu nasehat dengan gaya bahasa yang disampaikan secara monoton, tidak variatif biasanya tidak akan mampu menarik perhatian akal, bahkan semua isinya sulit untuk difahami. Akan tetapi nasehat kalau dituangkan dalam bentuk kisah yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, umumnya akan mempengaruhi mereka sehingga tercapailah tujuan yang diinginkan. Selain itu orang juga tidak bosen dan jemu mendengarkan dan memperhatikannya. Mereka akan merasa penasaran dan ingin tahu pelajaran apa yang di balik kisah tersebut, sehingga akhirnya kisah itu menjelma menjadi suatu nasehat yang mampu mempengaruhinya.

Lewat kisah, manusia diajak oleh Allah untuk untuk mengembangkan akal dan daya pikirnya, juga mendidik mereka, memperluas wawasan serta cakrawala berpikirnya, sehingga setelah mengikuti alur kisah maka peserta didik dapat mengambil pelajaran yang berguna buat dirinya.

Selama ini pengkajian terhadap kisah-kisah Al-Qur’an terfokus pada aspek bukti kesejarahannya. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kemukjizatan Al-Qur’an untuk melegitimasi keberadaan kisah dalam AlQur’an sebagai fakta sejarah yang sungguh-sungguh terjadi. Disisi lain seringkali perhatian terhadap pelajaran yang terkandung dalam kisah AlQur’an justru kurang diperhatikan, bahkan sampai terlalaikan.

Karena begitu menariknya kisah terhadap pembentukan kepribadian maka Al-Qur’an menampilkan kisah sebagai suatu metode yang penting dalam penyampaian ajaran-ajarannya. Mungkin lebih dari setengah Al-Qur’an disajikan dalam bentuk kisah. Surat-surat dalam AlQur’an banyak menyajikan kisah-kisah.

Detail: 
Judul Buku: Kisah Nabi Musa dan Fir‘aun dalam Al-Qur'an (Studi Perbandingan Penafsiran Ishari Klasik dan Modern)
Penulis: Hermansyah
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2022
Halaman: x + 360 hlm
ISBN: 978-623-5448-18-3


No comments:

Post a Comment

Dimensi Toleransi: Studi Penafsiran Ibnu ‘Ajibah

Salah satu penafsir bercorak sufistik yang seringkali menjadi objek kajian penelitian adalah Ibnu ‘Ajibah dengan karyanya al-Bahr al-Madid f...