Wednesday, December 20, 2017

Toksisitas Polutan Mercuri terhadap Perubahan Histopatologis Ikan Air Tawar

Toksisitas Polutan Mercuri
Adanya suatu pencemaran pada ekosistem perairan yang akan menimbulkan kerugian pada sumber kehidupan, kondisi kehidupan dan pada proses produksi. Salah satu bahan pencemar (polutan) perairan yang berbahaya adalah logam merkuri. Bahan pencemar  merkuri bersifat toksin kuat terhadap biota air seperti ikan.  Pada penelitian ini dilakukan uji coba kontaminasi logam merkuri terhadap lima jenis ikan yaitu ikan mas, lele, gabus, patin dan nila. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mempelajari pengaruh besarnya penyerapan polutan Hg pada organ insang, hati, ginjal dan otot, pada berbagai waktu paparan setiap hari sampai hari ke sepuluh; (2) mengetahui kerusakan histopatologis pada organ insang, hati dan ginjal ikan gabus, patin, nila, mas dan lele dengan konsentrasi berkisar antara 0,312 sampai 1,247 mg/L. 
Berdasarkan dari hasil pengamatan, polutan merkuri sangat berpengaruh sekali yakni  pada organ insang terjadi penumpukan atau penggumpalan lendir karena enzim yang terdapat pada insang yang disebut dengan karbonik enhidrase tidak bisa berfungsi dengan baik karena unsur Zn yang  terdapat dalam enzim tersebut sudah diganti kedudukannya dengan unsur Hg. Akibatnya akan mengganggu sistem pernapasan pada ikan dan juga pada insang terjadi degredasi lamela yaitu suatu proses peradangan pada insang. Penyerapan merkuri pada organ insang tertinggi terjadi pada ikan patin sebesar 0,0549 mg Hg/g insang, sedangkan yang paling rendah terjadi pada ikan nila, sebesar 0,0054 mg Hg/gr insang. Pada organ ginjal ikan terjadi pendarahan, nekrosis, stroma edematik dan hyperplasia. Penyerapan merkuri pada organ ginjal tertinggi terjadi pada ikan patin sebesar 0,0541 mg Hg/g ginjal, sedangkan yang paling rendah terjadi pada ikan nila, sebesar 0,0015 mg Hg/gr ginjal. Kerusakan pada ginjal terjadi pada ikan nila dan patin masing-masing sebesar 80%, sedangkan pada ikan lele dan gabus masing-masing mencapai 100%, Penyerapan merkuri pada organ hati tertinggi terjadi pada ikan mas sebesar 0,0596 mg Hg/g hati, sedangkan yang paling rendah terjadi pada ikan nila, sebesar 0,0134 mg Hg/gr hati. 
Pada organ hati terjadi struktur selnya hancur dan sel-selnya mengalami perubahan masing-masing sebesar 80% pada hati ikan gabus dan nila, sedangkan pada ikan mas terjadi inti piknotik, stroma edematik dan nekrosis, pada hati ikan lele terjadi degenerasi lemak, nekrosisi, lisis dan hipertrofi dan pada hati ikan patin terjadi stroma edematik dan nekrosis masing-masing mencapai kerusakan sebesar 100%.

Details
Penulis: Lilis Suryani
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2013
Halaman: vi + 17 hlm
ISBN 978-602-7775-25-1


Catatan:

silahkan membaca online pada tombol dibawah ini
untuk mengutif gunakan sesuai aturan yang berlaku

semoga buku ini bermanfaat dan menjadi amal baik bagi penulis






No comments:

Post a Comment

Dampak Implementasi Otonomi Daerah pada Madrasah

Dampak Implementasi Otonomi Daerah pada Madrasah (Studi di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang) Undang-undang Otonomi Daerah sesungguh...