Thursday, December 14, 2017

Persepsi Siswa terhadap Penerapan Penilaian Ranah Afektif pembelajaran PAI

Penilaian Ranah Afektif Burhanuddin
Fenomena tentang penilaian ranah afektif dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam sering diabaikan. Guru lebih banyak melakukan penilaian kognitif, ketimbang penilaian ranah afektif dan psikomotorik.  Jika ada penilaian afektif hanya bersifat insidentil, sekedar melengkapi penilaian raport yang tidak dilakukan dengan sistimatis.
Pendidikan agama Islam sebagai mata pelajaran keagamaam telah dinilai oleh guru dalam ranah kognitif, kurang menggunakan pada ranah afektif.  Mata pelajaran pendidikan agama Islam seharusnya lebih dipentingkan penilaian ranah afektif, karena materinya lebih banyak mengarah kepada perubahan sikap dan karakteristik afektif. 
Mengenai pelaksanaan pendidikan agama Islam, terutama minimnya alokasi waktu pembelajaran untuk pelajaran agama di sekolah, maka untuk mengatasi hal tersebut dewasa ini telah menjamur lembaga-lembaga pendidikan dengan sistem penilaian ranah kognitif sebagai trade mark (merek dagangnya), namun upaya ini masih belum optimal, karena kenyataannya guru masih banyak yang melakukan penilaian dengan penilaian ranah kognitif. Begitu juga para guru agama Islam dalam upaya untuk mengatasi hal ini pada suatu kegiatan penataran dan lokakarya bagi guru-guru agama SD dan sekolah lanjutan di Universitas Pendidikan Indonesia, mereka dapat mengusulkan supaya penambahan jam pelajaran agama pada kurikulum nasional dan adanya penambahan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler keagamaan yang bersifat formal.

Detail
Penulis: Burhanuddin
Bahasa: Indonesia
Bulan Terbit: Mei 2013
Halaman: x + 160 hlm
ISBN: 978-602-7775-21-3


Catatan:

silahkan membaca online pada tombol dibawah ini
untuk mengutif gunakan sesuai aturan yang berlaku

semoga buku ini bermanfaat dan menjadi amal baik bagi penulis







No comments:

Post a Comment

Dampak Implementasi Otonomi Daerah pada Madrasah

Dampak Implementasi Otonomi Daerah pada Madrasah (Studi di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang) Undang-undang Otonomi Daerah sesungguh...