Tuesday, September 26, 2023

Pembaharuan Pendidikan Islam Ulama Betawi

Pembaharuan Pendidikan Islam Ulama Betawi: 
Konsep Pendidikan KH. Abdullah Syafi’i dan KH. Syafi’i Hadzami


Pembangunan merupakan pilihan yang tersedia bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dalam beragam segi kehidupan baik sosial, ekonomi, pendidikan maupun budaya, pembangunan yang benar adalah pembangunan yang berbasis pada nilai­nilai yang terkandung dalam falsafah bangsa. Selanjutnya pembangunan merupakan upaya sistemik dan berkelanjutan untuk mewujudkan amanat alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi "kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial". Tujuan pembangunan pada intinya adalah untuk mencapai kebahagiaan di dunia ini dan hari kemudian (akhirat).

Pancasila sebagai entitas dan identitas bangsa Indonesia dan perwujudan profil pelajar Pancasila pada pendidikan yang berpihak pada peserta didik. Entitas merupakan sesuatu yang meiliki keberadaan yang unik dan berbeda walaupun tidak harus dalam bentuk fisik, dalam hal ini Pancasila sebagai entitas bangsa Indonesia telah memiliki ciri khas tersendiri yakni adanya keberagaman nilai yang terkandung didalamnya sedangkan identitas merupakan refleksi diri atau cerminan diri yang berasal dari keluarga,gender, budaya, etnis dan proses sosialisasi.

Sebagai sebuah komunitas etnis, penduduk asli Jakarta yang lazim disebut sebagai orang Betawi lahir melalui proses yang memperlihatkan kecenderungan relatif sejalan dengan pola pembentukan etnis. Etnis Betawi yang terbentuk relatif baru, yaitu pada sekitar permulaan abad ke­19, merupakan hasil percampuran antar berbagai unsur suku bangsa, baik yang berasal dari dalam maupun luar wilayah Nusantara. Secara luas telah diketahui bahwa penggunaan istilah Betawi merujuk kepada Batavia, yaitu nama yang digunakan penjajah Belanda untuk kota Jakarta di masa lalu. Di bawah tekanan kekuasaan Belanda yang menempatkan masyarakat non­Barat, terutama pribumi, pada lapisan bawah dari struktur sosial kota Batavia, kelompok etnis Betawi lahir dan berkembang menjadi sebuah komunitas yang memiliki identitas sendiri. Tekanan kekuasaan itu bukan hanya melalui perlakuan sosial yang tidak adil, melainkan juga penguasaan wilayah dan sumber­sumber serta penetrasi kebudayaan semakin menguat, terutama setelah Batavia tumbuh menjadi kota metropolis dan ditetapkan sebagai pusat pemerintahan kolonial bagi seluruh wilayah Hindia Belanda. Namun demikian, etnis Betawi tetap tumbuh dan mempertahankan keberadaannya. Orang Betawi adalah komunitas dasar dari teater lenong yang merupakan suatu kelompok orang yang berdasarkan ciri­ciri tertentu berbeda dari kelompok lain. Adapun ciri yang membedakannya dengan kelompok lain adalah orang Betawi mempunyai pengalaman historis yang sama, secara tradisional mempunyai daerah dimana mereka tinggal dan mempunyai kebudayaan yang telah ada sejak orang mengenal kelompok ini. Termasuk dalam ciri kebudayaan adalah bahasa, religi dan kosmologi, upacara sepanjang lingkar kehidupan serta kesenian. Keempat aspek tersebut adalah ciri kebudayaan yang membedakan orang Betawi dengan kelompok komunitas lain.

Masyarakat betawi memiliki ciri khas dengan tradisi kesantrian yang berbeda dengan kawasan­kawasan lain di pulau jawa baik tanah pasundan maupun wilayah jawa tengah dan jawa timur, tradisi kesantrian di betawi sungguh sangatlah unik karena masyarakat betawi umumnya tidak mengandalkan pesantren dengan asrama tinggal para santri dalam mendidik generasi penerusnya. Abdullah Syafii dan Syafii Hadzami merupakan santri kelana pergi mengaji dan kemudian pulang kembali kerumahnya begitu pengajian selesai, mereka dapat berpindah­pindah guru mengaji menurut kecocokan masing­-masing.

Detail
Judul: Pembaharuan Pendidikan Islam Ulama Betawi: Konsep Pendidikan KH. Abdullah Syafi’i dan KH. Syafi’i Hadzami
Penulis: Burhan
Editor : -
Bahasa: Indonesia
Tahun Terbit: 2023
Halaman: x +214 hlm.; 17 x 24,5 cm
ISBN: 978-623-5448-53-4


No comments:

Post a Comment

Nilai-nilai Hukum Islam dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Buku ini membahas integrasi nilai-nilai hukum Islam dalam UndangUndang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) di...